
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinkronisasi koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah guna memastikan program prioritas pendidikan berjalan tepat sasaran melalui kegiatan Konsolidasi Daerah (Konsolda) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat yang menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintahan agar kebijakan pusat dan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Harapan kami, Konsolidasi Daerah ini menjadi wadah penguatan dan koordinasi agar kewenangan pusat dan daerah tidak saling tumpang tindih overlap, melainkan saling menguatkan demi memastikan program prioritas benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.
Sinkronisasi Kewenangan dan Pengawasan Anggaran
Atip menekankan bahwa selain sinkronisasi kewenangan, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan pengawalan ketat terhadap implementasi program prioritas agar penggunaan anggaran tepat sasaran dan memberi manfaat nyata.
Ia menyoroti pengelolaan anggaran revitalisasi yang mencapai hampir Rp90 triliun untuk 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
"Kewenangan dan tanggung jawab itu harus konvergen, tidak divergen. Harus satu frekuensi. Tidak boleh adanya overlap kewenangan yang justru akan melahirkan ketiadaan akuntabilitas," tegasnya.
Atip juga mengingatkan agar kualitas pembangunan fisik sekolah menjadi prioritas utama dan tidak sekadar formalitas laporan.
"Tolong, jangan sampai laporan sudah selesai, tapi begitu dicek bangunannya doyong atau miring-miring. Jangan sampai sekolah yang rusak parah justru hanya menerima pembangunan toilet saja," ujarnya.
Ia mengaku masih menemukan sekolah dengan bangku belajar seperti era 1970-an bahkan ada yang meminjam bangku dari pos ronda.
"Disebut sekolah memang tampak tidak seharusnya seperti itu. Maka revitalisasi menjadi sangat penting agar anak-anak kita belajar di tempat yang layak," katanya.
Dorong Pembelajaran Mendalam dan Sinergi Daerah
Di akhir arahannya, Atip meminta guru menerapkan metode Pembelajaran Mendalam hasil pelatihan ke dalam praktik di kelas demi mewujudkan visi Generasi Emas 2045.
"Guru harus memiliki penguasaan konten yang kuat agar bisa mengajak murid masuk kepada meaningful learning. Guru harus seperti penyanyi yang mampu membuat materi sesulit apa pun menjadi menarik bagi murid," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur SMA Kemendikdasmen Winner Jihad Akbar menyatakan forum tersebut menjadi ruang penyelarasan kebijakan nasional hingga tingkat pelaksanaan di daerah.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman implementasi Standar Pelayanan Minimal SPM pendidikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Sumatera Selatan sesuai kebijakan pusat agar sinkron antara kebijakan pusat dan daerah," jelasnya.
Ia menambahkan sinergi itu juga mencakup pengawasan program strategis seperti revitalisasi, digitalisasi, dan Makan Bergizi Gratis.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Mondyaboni menyambut baik langkah Kemendikdasmen yang turun langsung menyerap aspirasi daerah.
"Kami berterima kasih di sini kita bisa menyamakan apa saja yang menjadi permasalahan di daerah, kemudian bagaimana menyinkronkannya agar menjadi sebuah formula yang menjadi solusi bagi kita semua," ungkapnya.
Ia berharap bantuan pusat bagi sekolah di Sumatera Selatan dapat terus berlanjut di tengah penyesuaian anggaran daerah.
"Anggaran daerah kita memang saat ini sedang ada penyesuaian, sehingga adanya bantuan dari kementerian untuk revitalisasi sekolah sangat kami syukuri dan kami harap dapat diteruskan," pungkasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa







