
Pantau - Pemerintah Kota Cimahi memastikan pasien dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis ditangani secara optimal setelah sekitar 36 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengunjungi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat pada Kamis, 26 Februari 2026, untuk memastikan kondisi mereka tertangani dengan baik.
Ia menyampaikan, "Kami hadir untuk memastikan seluruh pasien tertangani dengan baik. Fokus utama kami saat ini adalah penanganan medis dan observasi penyebab kejadian. Sampel makanan sudah diamankan dan sedang diuji di laboratorium."
Adhitia menegaskan pemerintah saat ini fokus pada pemulihan pasien sembari menunggu hasil uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Sekolah yang terdampak meliputi TK PGRI, TK Kartika, SD Cimahi Mandiri 4, SD Karang Mekar Mandiri 1, dan SMP 6 Cimahi.
Pengawasan Program Diperketat
Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, memperkuat pengawasan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis setelah melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut.
Pemerintah terus mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk memastikan setiap bahan makanan diperiksa secara ketat sebelum diproses dan didistribusikan kepada siswa.
Bahan yang diperiksa mencakup sayuran, protein, dan berbagai komoditas lainnya guna menjamin keamanan konsumsi.
Ia menyatakan, "Pemeriksaan mencakup kualitas, kesegaran, dan keamanan pangan agar tetap sesuai standar baku mutu."
Pelatihan dan Koordinasi Lintas Sektor
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebelumnya telah diberikan pelatihan dan sosialisasi terkait keamanan pangan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam memilih, mengolah, dan mendistribusikan makanan sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawasan lintas sektor diperkuat dengan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, dan petugas lapangan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Pemerintah Kota Cimahi juga memastikan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terus diperluas dan beroperasi sesuai standar tanpa mengurangi kualitas makanan yang disalurkan.
Adhitia menegaskan, “Pemerintah akan melakukan pengawasan dan meminta seluruh SPPG di Kota Cimahi benar-benar disiplin dalam pelaksanaannya.”
- Penulis :
- Shila Glorya








