
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.
Ia mengatakan, “Saya berkeyakinan dapat memotong garis tak beruntung masyarakat ini melalui akses pendidikan yang baik,” di Jakarta, Minggu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut konsisten membuka akses pendidikan bagi warga kurang beruntung melalui berbagai program bantuan.
Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 triliun dari APBD untuk membantu akses pendidikan dari tingkat SD hingga SMA.
Sebanyak 707.513 siswa telah menerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Warga yang belum mendapatkan KJP diimbau segera mengurus dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Perluasan Sekolah Gratis dan Beasiswa Luar Negeri
Pemprov DKI juga menjalankan program sekolah swasta gratis dengan tahap awal sebanyak 40 sekolah dan pada 2026 ditambah 63 sekolah sehingga total menjadi 103 sekolah.
Program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul diberikan untuk mendukung pendidikan tinggi bagi warga kurang mampu.
Ia menyampaikan, “Penerima kartu ini akan diberikan dana pendidikan untuk kuliah tidak hanya strata satu tapi juga S2 dan S3,”.
Pemprov DKI juga tengah menggodok program beasiswa seperti LPDP untuk pendidikan luar negeri bagi warga kurang beruntung.
Ia mengatakan, “Anak-anak keluarga tidak mampu bisa sekolah luar negeri atas pembiayaan dari Pemprov DKI dan ini akan dapat mengangkat ekonomi keluarga nantinya,”.
Program pemutihan ijazah terus dijalankan agar warga dapat mengambil ijazah yang tertahan di sekolah untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja.
Pemprov DKI menegaskan komitmen memperkuat sektor pendidikan sebagai jalan meningkatkan kesejahteraan warga kurang beruntung.
- Penulis :
- Gerry Eka







