
Pantau - Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Panduan Pendidikan Kebencanaan serta Petunjuk Teknis Pembelajaran di Satuan Pendidikan Terdampak Bencana secara resmi di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.
Kepala BSKAP Kemendikdasmen Toni Toharudin menyatakan langkah strategis ini bertujuan memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi sekaligus membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah seluruh Indonesia.
Ia mengatakan, "Kita perlu melakukan kesiapsiagaan tidak hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga di satuan pendidikan agar mampu melakukan mitigasi, bertahan, dan melakukan pemulihan pascabencana,".
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Laksmi Dewi menjelaskan bahwa dalam kondisi bencana satuan pendidikan diberikan fleksibilitas penuh untuk menyesuaikan kurikulum secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa poin utama dalam Juknis adalah prioritas materi sehingga sekolah tidak diwajibkan menuntaskan seluruh capaian pembelajaran.
Fokus pembelajaran diarahkan pada dukungan psikososial, keselamatan diri, mitigasi bencana, serta penguatan literasi dan numerasi esensial.
Asesmen fleksibel diterapkan dengan penilaian hasil belajar melalui cara sederhana seperti portofolio atau penugasan tanpa harus menggelar ujian tertulis yang kaku di akhir semester.
Metode adaptif memungkinkan pembelajaran dilakukan melalui tatap muka terbatas atau pembelajaran mandiri sesuai kondisi sarana dan prasarana di daerah terdampak.
Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikdasmen Jamjam Muzaki menekankan pentingnya pemahaman risiko berbasis data di satuan pendidikan.
Ia menyatakan, "Saat ini, lebih dari 50 persen satuan pendidikan di Indonesia terpapar lebih dari satu ancaman bencana. Kemendikdasmen menargetkan pada tahun 2029, sebanyak 80 persen pemerintah daerah telah memiliki regulasi SPAB dan 75 persen siswa teredukasi menjadi siswa siaga bencana,".
Kemendikdasmen mengajak seluruh elemen mulai dari dinas pendidikan, kepala sekolah, hingga guru untuk mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum baik secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Seluruh dokumen Panduan Pendidikan Kebencanaan dan Juknis Pembelajaran dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi kurikulum.kemendikdasmen.go.id.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







