
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan pendidikan etika sejak usia dini menjadi kunci membangun generasi berintegritas sekaligus mencegah korupsi di masa depan.
Yusril mengatakan pemberantasan korupsi tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat sehingga membutuhkan penanaman nilai moral dan etika secara berkelanjutan melalui pendidikan.
Yusril mengatakan, "Saya mengatakan mungkin perlu satu dua generasi untuk menanamkan persoalan ini."
Pendidikan Karakter Harus Dimulai Sejak Anak-Anak
Yusril menyampaikan pembangunan karakter harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang menanamkan etika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Ia mengungkapkan, "Kita harus mulai dari pendidikan dari kecil, dari sekolah-sekolah kita berikan satu pengajaran etik yang kokoh untuk kita melahirkan generasi masa depan yang patuh kepada etik, patuh pada hukum bukan karena takut sama polisi, sama jaksa, sama KPK, tapi dia takut pada hati nuraninya sendiri."
Menurut Yusril, kesadaran moral tidak dapat dibangun hanya melalui konstitusi maupun berbagai peraturan perundang-undangan karena efektivitas hukum bergantung pada integritas dan kesadaran etika masyarakat.
Ia menambahkan nilai-nilai moral yang diajarkan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu agar mampu menjadi benteng terhadap perilaku koruptif.
Kesadaran Moral Dinilai Jadi Tantangan Utama
Yusril sebelumnya menyampaikan Indonesia telah memiliki perangkat hukum dan lembaga penegak hukum yang relatif lengkap dalam pemberantasan korupsi.
Namun, ia menilai tantangan terbesar masih terletak pada lemahnya kesadaran etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Yusril mengatakan, "Pembangunan kesadaran moral itu tidak bisa dibangun dengan konstitusi, dengan undang-undang. Yang harus dibangun adalah fondasi etik yang kuat."
Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Minggu.
- Penulis :
- Gerry Eka





