
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat implementasi budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif melalui keikutsertaan dalam kegiatan Gerak Bersama Anak Indonesia yang diselenggarakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, satuan pendidikan, keluarga, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, hingga anak-anak untuk mewujudkan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Atip mengatakan, “Kami ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkualitas.”
Perkuat Program Sekolah Ramah Anak
Menurut Atip, mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh lingkungan sekolah yang membuat peserta didik merasa aman, dihargai, dan mampu berkembang secara optimal.
Kemendikdasmen memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung budaya sekolah ramah anak melalui Gerakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah, serta Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Melalui program tersebut, peserta didik dibiasakan menerapkan nilai-nilai positif sejak dini, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Kemendikdasmen juga meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan konseling bagi guru Bimbingan dan Konseling maupun guru non-Bimbingan dan Konseling agar mampu memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada peserta didik.
Ajak Semua Pihak Perkuat Sinergi
Atip mengatakan, “Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk segera melaksanakan dan mengawal gerakan sekolah yang berbasis pada lingkungan yang aman dan nyaman.”
Ia menegaskan, “Bagi Kemendikdasmen, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang yang melindungi, memberdayakan, dan mendukung setiap anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sehat, dan siap menghadapi masa depan.”
Kegiatan Gerak Bersama Anak Indonesia 2026 diawali dengan Fun Walk, dilanjutkan dialog lintas kementerian dan lembaga, pembacaan Deklarasi Gerak Bersama Anak Indonesia 2026, serta pemutaran film edukatif Children of Heaven.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak menegaskan komitmen untuk menempatkan kepentingan terbaik anak dalam setiap kebijakan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mewujudkan satuan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
- Penulis :
- Gerry Eka





