Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Helmi Halimatul Udhma Tekankan Beragama Harus Dijalani dengan Kegembiraan dan Kasih Sayang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Helmi Halimatul Udhma Tekankan Beragama Harus Dijalani dengan Kegembiraan dan Kasih Sayang
Foto: (Sumber : Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhma dalam Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri bertajuk "Beragama dengan Asyik" di Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhma menegaskan bahwa keberagamaan harus dijalani dengan kegembiraan dan kasih sayang sebagai fondasi dalam membentuk santri yang tangguh dan berkarakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Helmi dalam kegiatan Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri bertajuk Beragama dengan Asyik di Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3).

"Beragama sejatinya dijalani dengan penuh kegembiraan dan kasih sayang. Agama tidak dimaknai sebagai beban, melainkan sebagai cahaya yang menuntun langkah kehidupan," ujar Helmi.

Ia menyatakan keberagamaan yang dijalani dengan hati lapang dan penuh cinta akan membentuk karakter yang kuat sekaligus membumikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pesantren Jadi Ruang Pembentukan Generasi

Helmi menilai pesantren bukan hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya banyak alumni pesantren yang mampu tampil sebagai pemimpin dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di berbagai bidang kehidupan.

"Pesantren selalu memiliki ruang untuk berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa santri memiliki kapasitas intelektual, moral, dan sosial yang tidak kalah dalam menghadapi perkembangan zaman," kata Helmi.

Ia yang juga merupakan istri Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan santri terletak pada perpaduan iman, ilmu, dan akhlak.

Helmi menyebut kedekatan kepada Allah serta penghormatan kepada guru menjadi pilar penting dalam membangun masa depan santri.

Jaga Adab dan Keikhlasan dalam Menuntut Ilmu

Helmi menegaskan santri merupakan penerus bangsa yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi umat dan negara.

"Santri adalah penerus bangsa. Dengan iman, ilmu, dan akhlak, santri akan mampu melangkah maju dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam proses menuntut ilmu di pesantren.

Selain itu ketulusan dan keikhlasan dalam belajar dinilai menjadi kunci keberhasilan pendidikan di lingkungan pesantren.

"Ketulusan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu di pesantren akan membuahkan hasil yang baik di masa depan," kata dia.

Penulis :
Aditya Yohan