
Pantau - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) mengedukasi Generasi Z agar mulai mempertimbangkan menunaikan ibadah haji sejak usia muda melalui program interaktif BPKH Insight bertema Muda Naik Haji.
Program tersebut bertujuan mendorong percepatan regenerasi jamaah haji Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menjelaskan bahwa masih terdapat paradigma di masyarakat yang menganggap ibadah haji hanya diperuntukkan bagi orang tua atau pensiunan.
"Ada paradigma bahwa haji itu urusan orang tua atau pensiunan. Padahal untuk naik haji dibutuhkan istita'ah, kemampuan keuangan dan fisik yang baik dimana hal itu ada di usia produktif", kata Harry Alexander.
Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik serta kemampuan finansial yang umumnya dimiliki oleh seseorang pada usia produktif.
Ia menilai anggapan bahwa ibadah haji identik dengan usia lanjut atau lansia merupakan paradigma yang kurang tepat.
Edukasi Literasi Keuangan bagi Mahasiswa
BPKH juga menggandeng lembaga pendidikan melalui kegiatan di kampus untuk memperluas edukasi mengenai perencanaan haji.
Melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan haji.
Mahasiswa juga diharapkan mampu menyebarkan pemahaman tersebut kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
BPKH juga menyoroti pola konsumsi Generasi Z yang cenderung menghabiskan uang untuk gaya hidup.
Melalui literasi keuangan yang diberikan, generasi muda diharapkan memiliki paradigma baru dalam mengelola keuangan.
Salah satu tujuan yang didorong adalah mempersiapkan biaya untuk menunaikan ibadah haji sejak dini.
Contoh Menabung dan Skema Biaya Haji
Harry Alexander memberikan contoh sederhana mengenai cara menabung untuk biaya haji.
"Contohnya, kalau ditabung dengan sehari mengurangi satu kali ngopi saja, dalam dua tahun bisa terkumpul Rp25 juta", ujar Harry Alexander.
Ia juga menjelaskan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 sekitar Rp87 juta.
Dari jumlah tersebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan oleh jamaah sekitar 68 persen atau sekitar Rp54 juta.
Sementara sekitar 32 persen atau sekitar Rp34 juta berasal dari subsidi nilai manfaat hasil investasi BPKH.
Harry Alexander menyampaikan bahwa nilai manfaat investasi yang disalurkan BPKH pada tahun ini mencapai Rp12,1 triliun.
Dari jumlah tersebut sekitar Rp8 triliun dialokasikan untuk jamaah yang berangkat menunaikan ibadah haji.
Sementara sekitar Rp4,4 triliun disalurkan ke rekening virtual jamaah yang masih berada dalam daftar tunggu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








