
Pantau - Menteri Luar Negeri periode 2001 hingga 2009 Noer Hassan Wirajuda menilai peluang Indonesia menjadi mediator dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sangat bergantung pada penerimaan dari pihak-pihak yang bertikai.
Pernyataan tersebut disampaikan Hassan Wirajuda saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa peran mediator hanya dapat berjalan apabila kedua pihak yang berkonflik bersedia menerima pihak ketiga sebagai penengah.
Ia mengatakan, "Menjadi mediator kan harus ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai," ungkapnya.
Menurutnya proses mediasi mensyaratkan adanya kesediaan dari pihak-pihak yang berkonflik untuk membuka ruang dialog.
Namun dalam situasi konflik yang masih diwarnai serangan dan kekerasan, suasana yang kondusif untuk memulai perundingan dinilai masih sulit tercipta.
Hassan Wirajuda menjelaskan bahwa dialog biasanya mulai muncul ketika masing-masing pihak menyadari tidak mampu memenangkan perang.
Selama para pihak masih memiliki ambisi dan keyakinan untuk meraih kemenangan, waktu yang tepat untuk memulai mediasi belum tentu tercapai.
Ia mengatakan, "Ketika masing-masing masih ambisi dan yakin dia akan menang ya, timingnya paling tidak, timingnya belum tentu," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator apabila Iran dan Amerika Serikat membuka ruang untuk proses mediasi.
Sugiono mengatakan, "Jika kedua belah pihak berkeinginan (mediasi), ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (kemungkinan tidak ada negosiasi lanjutan), ya kita kembalikan kepada mereka," jelasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menanggapi perkembangan sikap Iran terkait kemungkinan tidak adanya negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat.
Menurut Sugiono kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator tetap bergantung pada kehendak kedua pihak yang sedang berkonflik.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi Iran dan Amerika Serikat.
Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret yang dilakukan terkait rencana mediasi tersebut.
Sebelumnya pada 28 Februari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan Indonesia siap memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang berkonflik.
Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan mendorong stabilitas keamanan serta terciptanya situasi yang lebih kondusif di kawasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







