Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sepakat Lanjutkan Perundingan Nuklir dengan Iran di Tengah Ketegangan dan Serangan Gabungan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Sepakat Lanjutkan Perundingan Nuklir dengan Iran di Tengah Ketegangan dan Serangan Gabungan
Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump (sumber: Xinhua)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu 1 Maret menyatakan sepakat untuk melanjutkan kembali perundingan nuklir dengan kepemimpinan baru Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Dalam wawancara via telepon dengan majalah The Atlantic, Trump mengatakan, "Mereka ingin melakukan pembicaraan, dan saya sepakat untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka,".

Trump juga menyatakan, "Mereka seharusnya melakukan hal itu lebih cepat. Mereka seharusnya memberikan hal yang sangat praktis dan mudah untuk dilakukan itu lebih cepat. Mereka menunggu terlalu lama,".

Trump tidak memerinci dengan siapa dirinya akan berbicara dalam perundingan tersebut.

Saat ditanya apakah pembicaraan dengan pihak Iran akan berlangsung dalam dua hari, Trump menjawab, "saya tidak dapat memberi tahu Anda mengenai hal itu".

Serangan Gabungan dan Dampaknya

Trump mengungkapkan bahwa beberapa negosiator Iran sebelumnya telah meninggal dunia setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu 28 Februari.

Ia menyatakan, "Sebagian besar orang-orang tersebut telah meninggal dunia. Beberapa orang yang dulu kami ajak bernegosiasi sudah tiada. Itu merupakan pukulan besar," dengan merujuk pada serangan tersebut.

Ketika ditanya mengenai adanya indikasi ancaman baru dari Iran terhadap wilayah Amerika Serikat sejak dimulainya serangan tersebut, Trump mengatakan, "saya tidak ingin memberi tahu Anda mengenai hal tersebut".

Trump memperkirakan bahwa serangan terhadap Iran tidak akan mengganggu upaya Partai Republik menjelang pemilihan umum sela di Amerika Serikat dalam meyakinkan para pemilih bahwa pemerintahannya tetap fokus pada perekonomian nasional.

Ia juga menilai dampak serangan terhadap pasar minyak yang kembali dibuka pada Minggu malam kemungkinan tidak terlalu membebani dompet warga Amerika Serikat dibandingkan perkiraan sejumlah analis.

Pernyataan Iran soal Ketegangan

Beberapa jam sebelum Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kepada NBC News bahwa Iran "tentu saja tertarik untuk meredakan ketegangan".

Dalam kesempatan tersebut, Abbas Araghchi juga menggambarkan seruan Trump terkait perubahan rezim di Iran sebagai "misi yang mustahil".

Penulis :
Shila Glorya