Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

ANAZ Kutuk Serangan Udara ke Iran dan Nyatakan Dukungan atas Hak Bela Diri Teheran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ANAZ Kutuk Serangan Udara ke Iran dan Nyatakan Dukungan atas Hak Bela Diri Teheran
Foto: (Sumber : Sejumlah warga kota membentangkan poster saat aksi unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). Ratusan warga New York berkumpul di Times Square dan berjalandi sepanjang jalan-jalan di Kota New York untuk memprotes serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada hari Sabtu. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Fengguo/nz.)

Pantau - Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) menilai serangan udara yang menyasar Teheran, Qom, Isfahan, hingga Karaj di Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.

Kepala Humas ANAZ Mukhlisin Turkan menyatakan serangan ke pusat kota dan wilayah padat penduduk merupakan tindakan terorisme negara untuk memicu perang terbuka major war demi menutupi kegagalan domestik Israel.

"ANAZ resmi mengutuk agresi militer rezim Israel terhadap kedaulatan Republik Islam Iran," kata Mukhlisin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia juga menyampaikan, "Kami menyatakan dukungan penuh atas hak bela diri (self-defense) Iran sebagai bagian dari perjuangan global melawan imperialisme,".

Soroti Pelanggaran Piagam PBB

Mukhlisin menegaskan bahwa Piagam PBB sebagai perjanjian dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditandatangani pada 26 Juni 1945 mengatur prinsip menjaga perdamaian dunia dan larangan penggunaan kekerasan.

Piagam tersebut terdiri atas pembukaan, 19 bab, dan 111 pasal yang menetapkan tujuan menjaga perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, menjamin keadilan internasional, serta prinsip persamaan kedaulatan negara.

Mukhlisin berpendapat bahwa kejahatan yang didiamkan merupakan pengkhianatan terhadap kemanusiaan sehingga pihaknya akan berdiri bersama mereka yang mempertahankan tanah airnya.

Ia menyerukan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk memperkuat solidaritas dan konsisten menyuarakan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan.

Laporan Korban dan Sikap Pemerintah Iran

Media lokal Iran mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei yang menyebut jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap sekolah perempuan di Iran selatan mencapai sekitar 160 orang.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa dalam pernyataan yang disampaikan kantor kepresidenan Iran pada Sabtu 28 Februari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk serangan udara tersebut dan menyebutnya "tidak manusiawi".

Masoud Pezeshkian juga mendesak semua pusat bantuan dan medis serta pejabat terkait di wilayah tersebut untuk memprioritaskan "perawatan segera dan tanpa gangguan" bagi para korban luka dan keluarga mereka dengan memobilisasi semua sumber daya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti