
Pantau - Pemerintah Meksiko menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan perdamaian dunia di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan militer terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Minggu 1 Maret 2026 dalam sebuah acara di Negara Bagian Baja California Sur, Meksiko barat.
Ia menegaskan, "Meksiko akan selalu memperjuangkan perdamaian dunia, yang sangat diperlukan pada saat ini," ungkapnya.
Sheinbaum menyampaikan sikap tersebut merujuk pada serangan udara berskala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari pagi.
Serangan tersebut menjadi pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Prinsip Politik Luar Negeri Meksiko
Sheinbaum menekankan bahwa konstitusi Meksiko mengatur secara jelas prinsip-prinsip kebijakan luar negeri negara tersebut.
Ia menyatakan bahwa prinsip penentuan sendiri nasib rakyat menjadi salah satu landasan utama diplomasi Meksiko.
Selain itu, kebijakan luar negeri Meksiko juga berpedoman pada prinsip nonintervensi dalam urusan negara lain.
Penyelesaian sengketa secara damai disebutnya sebagai dasar utama dalam sikap diplomasi Meksiko di panggung internasional.
Eskalasi Serangan di Timur Tengah
Serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi memicu respons dari Teheran.
Iran membalas melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone.
Serangan balasan tersebut ditujukan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Aksi saling serang itu meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah dengan dampak yang lebih luas terhadap stabilitas global.
- Penulis :
- Shila Glorya







