HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol Serukan Reformasi PBB dan Penguatan Demokrasi Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Spanyol Serukan Reformasi PBB dan Penguatan Demokrasi Global
Foto: (Sumber: Arsip foto - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan pidato dalam forum ekonomi yang diselenggarakan oleh El Diario di Madrid, Spanyol pada 26 Maret 2026. ANTARA/Burak Akbulut/Anadolu/pri.)

Pantau - Perdana Menteri Pedro Sánchez menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih mencerminkan realitas abad ke-21 serta memperkuat pembelaan terhadap demokrasi di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Dalam Pembelaan Demokrasi yang digelar di Barcelona pada Minggu (19/4/2026).

Sánchez menekankan bahwa PBB perlu "diperbarui dan direformasi" agar sistem multilateral menjadi lebih efisien, transparan, demokratis, inklusif, dan representatif.

Ia juga mengusulkan agar PBB dipimpin oleh perempuan, yang menurutnya bukan hanya persoalan keadilan, tetapi juga menyangkut kredibilitas lembaga.

"Sudah saatnya beralih dari komitmen ke tindakan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti meningkatnya tantangan terhadap multilateralisme dan hukum internasional.

Sánchez menilai demokrasi saat ini menghadapi tekanan besar, baik dari dalam maupun luar.

"Ada bahaya bahwa demokrasi menjadi kosong dari dalam sementara diserang dari luar," katanya.

Ia menegaskan bahwa respons terhadap ancaman tersebut tidak cukup hanya bersifat defensif.

"Respons kita tidak bisa hanya bersifat defensif, perlawanan saja tidak cukup. Kita harus mengusulkan, memimpin, dan menunjukkan bahwa demokrasi tidak hanya dipertahankan tetapi juga diperkuat dan ditingkatkan dari hari ke hari," ujarnya.

Selain itu, Sánchez juga menyoroti perlunya regulasi terhadap media sosial guna mengatasi dampak disinformasi terhadap masyarakat.

Ia menekankan bahwa algoritma tidak boleh mendorong "kebencian, polarisasi, konfrontasi, atau pesan pesan kekerasan."

Menurutnya, teknologi dapat menjadi kekuatan positif, namun tanpa aturan yang jelas justru berpotensi memecah belah masyarakat.

"tanpa aturan, teknologi memecah belah kita dan membuat kita lebih bergantung," katanya.

Penulis :
Gerry Eka