
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Bandung Spirit tetap relevan sebagai kompas moral dalam menghadapi dinamika global yang semakin tidak pasti, dalam pernyataannya di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 April 2026.
Bandung Spirit dan Peran Strategis Kebudayaan
"Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, Bandung Spirit justru menjadi relevan sebagai kompas moral. Jika kita ingin membangun perdamaian berkelanjutan maka kita harus melindungi kebudayaan," ungkapnya.
Bandung Spirit yang berasal dari Konferensi Asia Afrika dipandang sebagai dasar solidaritas antarbangsa dan tonggak penting dalam sejarah diplomasi dunia.
Fadli Zon menegaskan kebudayaan menjadi instrumen utama diplomasi yang bertujuan memperkuat persahabatan negara-negara Asia dan Afrika.
Ia menyebut kebudayaan memiliki dua peran penting yakni sebagai benteng untuk menjaga jati diri bangsa serta sebagai jembatan dalam dialog internasional.
Dorongan Solidaritas Global dan Perlindungan Budaya
"Kita harus memastikan bahwa tidak ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa, tidak ada dominasi yang membungkam identitas, dan tidak ada sistem global yang mengabaikan suara mereka yang lemah," ia mengungkapkan.
Konferensi Asia Afrika juga melahirkan prinsip Dasasila Bandung yang mendorong solidaritas dan kerja sama antarnegara serta menjadi cikal bakal Gerakan Non Blok.
"Semangat solidaritas, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa harus terus digaungkan sebagai kekuatan moral menghadapi dunia yang semakin terfragmentasi," ungkapnya.
Pemerintah mendorong kerja sama kebudayaan antarnegara melalui pertukaran pengetahuan, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas dalam menghadapi tantangan global.
"Bahwa perbedaan antarbangsa tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun dunia yang lebih adil, damai, dan beradab," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








