
Pantau - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco menggelar Indonesian Culinary Week di Wisma Indonesia, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 April 2026, sebagai upaya mendorong diplomasi kuliner Indonesia di kancah internasional.
Kuliner Jadi Instrumen Gastrodiplomasi
Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Wardana menegaskan bahwa kuliner menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan identitas bangsa kepada dunia.
"Melalui cita rasa, kita dapat menyampaikan cerita, identitas, dan nilai-nilai Indonesia kepada dunia, khususnya di Amerika Serikat," ungkapnya.
Ia menyebut kuliner sebagai instrumen gastrodiplomasi yang mampu memperkuat eksistensi pelaku usaha Indonesia di pasar global.
Pengakuan dunia terhadap kuliner Indonesia juga terus meningkat, salah satunya rendang yang dinobatkan sebagai makanan terenak dunia oleh CNN.
Promosi Produk dan Peluang Bisnis Global
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 tamu dari kalangan diplomatik, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga influencer.
Acara menghadirkan juri MasterChef Indonesia Norman Ismail serta menyajikan menu unggulan seperti Iga Kalua dan Ayam Galendo yang menggabungkan teknik modern dengan cita rasa tradisional.
Diskusi panel turut digelar untuk membahas kekayaan rempah Indonesia dan potensi pasar global, sekaligus membuka ruang interaksi langsung antara pengunjung dan pelaku usaha.
Lima pelaku usaha yang terlibat yakni Lime Tree, Fikscue, Dapoer Ngebul, Raphio Chocolate, dan Beaneka Indonesian Coffee menampilkan beragam produk mulai dari hidangan khas hingga kopi premium dan cokelat artisan.
Wali Kota San Francisco Daniel Lurie juga memberikan piagam penghargaan kepada para pelaku usaha sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi internasional terhadap kuliner Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis di pasar Amerika Serikat.
- Penulis :
- Gerry Eka








