
Pantau - Di bawah bayang-bayang beton Tol Buah Batu, Kota Bandung, sebidang tanah yang lama dikenal kumuh dan rawan kriminalitas kini berubah menjadi Masjid Hijrah Bawah Jembatan Tol Buah Batu.
Kawasan yang sebelumnya dipenuhi aroma oli bekas bercampur sampah dan genangan air itu kerap dihindari warga karena dikenal sebagai tempat preman berkeliaran dan transaksi ilegal berlangsung.
Bagi warga sekitar, kolong tol tersebut pernah menjadi ruang penuh gesekan sosial, ancaman fisik, dan rasa takut.
Saepul Rohmat (47) mengenang kondisi masa lalu kawasan itu dengan mengatakan, "Dulunya, area ini juga menjadi tempat singgah bagi geng motor dan kegiatan negatif lainnya. Sangat seram, banyak preman berkeliaran," kenangnya.
Ia mengingat hampir setiap malam terjadi keributan dan pernah dilakukan penggerebekan karena adanya penjualan oli ilegal di kawasan tersebut.
Proses Hijrah dan Pendirian Masjid
Di tengah kondisi tersebut, Saepul memutuskan hijrah dan berupaya membawa perubahan dengan meninggalkan kehidupan lamanya yang berkaitan dengan geng motor.
Bersama sembilan rekannya, ia mendirikan Masjid Hijrah Bawah Jembatan Tol Buah Batu di lokasi yang dekat pintu keluar tol dan dinilai strategis namun rawan konflik.
"Kami ingin hijrah dan mendirikan masjid untuk memperbaiki diri," ujarnya.
Proses pendirian masjid dimulai dengan mediasi bersama preman setempat serta penataan lahan parkir motor berukuran 6×8 meter secara bertahap untuk menghindari benturan.
"Beberapa preman menolak di awal, tapi kami tetap sabar menata secara bertahap," katanya.
Dalam proses tersebut sempat terjadi ketegangan hingga hampir seratus motor berkumpul untuk menjaga masjid dari ancaman perusakan.
"Kami berjaga dua hari penuh, tapi akhirnya masjid aman," tambahnya.
Dari Wilayah Terlarang Menjadi Titik Aman
Saepul menyebut kehadiran ustaz Hendra dari Lengkong menjadi kunci dalam pengelolaan masjid agar berjalan sesuai syariat.
"Kami butuh pembimbing agar masjid bisa dijalankan dengan benar," ungkapnya.
Melalui pengajaran agama yang diberikan, para pemuda diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan positif hingga masjid berkembang menjadi pusat edukasi spiritual.
Secara perlahan, lingkungan yang sebelumnya keras mulai menerima keberadaan masjid dan sebagian preman bahkan ikut membantu pembangunan serta menjaga keamanan saat kegiatan berlangsung.
Masjid Hijriah BJTB kini mengubah wajah kolong tol Buah Batu dari lokasi kumuh dan menakutkan menjadi ruang aman untuk ibadah, belajar, dan berbagi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







