Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Konflik AS-Israel dengan Iran Picu Penurunan Wisatawan ke Bali hingga 800 Orang per Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Konflik AS-Israel dengan Iran Picu Penurunan Wisatawan ke Bali hingga 800 Orang per Hari
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat kegiatan bersih sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis 5/3/2026 (sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Wayan Koster saat kegiatan Korve Bersih Sampah di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Kamis 5 Maret 2026.

Ia mengungkapkan bahwa dalam empat hari terakhir terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan.

"Terjadi penurunan (kunjungan wisman) dalam 4 hari ini, satu hari itu 800-an orang kira-kira yang dari Timur Tengah.", ungkapnya.

Menurut Koster, wisatawan dari kawasan Timur Tengah menjadi kelompok yang paling terdampak akibat konflik yang memicu penutupan ruang udara di sejumlah negara di wilayah tersebut.

Dampak Konflik terhadap Rute Wisatawan Eropa

Koster menjelaskan bahwa wisatawan Eropa sebenarnya cukup dominan datang ke Bali melalui jalur penerbangan yang transit di negara-negara Timur Tengah.

Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar negara Eropa tidak memiliki penerbangan langsung menuju Bali.

"Kalau yang Eropa pasti akan menyesuaikan rute keberangkatan, yang tadinya lewat Dubai atau Doha akan beralih tidak lagi ke situ mungkin Singapura atau Thailand.", jelasnya.

Koster menambahkan bahwa wisatawan Eropa masih memiliki alternatif perjalanan dengan mengubah rute transit melalui negara lain di Asia Tenggara.

"Kalau Eropa yang langsung ke Bali itu dari Rusia, yang melalui Timur Tengah (negara Eropa lainnya) tidak bisa langsung, dan kalau mau transit di Dubai atau Doha sudah tidak bisa.", ujarnya.

Puluhan Penerbangan Internasional ke Bali Dibatalkan

Sementara itu data dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat adanya pembatalan sejumlah penerbangan internasional akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Dalam periode 28 Februari hingga 4 Maret 2026 tercatat sebanyak 35 penerbangan internasional dibatalkan.

Dari jumlah tersebut sebanyak 15 penerbangan yang seharusnya tiba di Bali akhirnya tidak dapat beroperasi.

Rinciannya terdiri dari tiga penerbangan maskapai Etihad dengan rute Abu Dhabi-Denpasar.

Enam penerbangan lainnya berasal dari maskapai Emirates dengan rute Dubai-Denpasar.

Enam penerbangan berikutnya merupakan maskapai Qatar Airways dengan rute Doha-Denpasar.

Koster berharap konflik di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda agar aktivitas penerbangan dan kunjungan wisatawan ke Bali kembali normal.

"Mudah-mudahan cepat berhenti (konflik), dampaknya penurunan satu hari 800 orang untuk sekarang, dan nanti pasti ada konsolidasi perbaikan rute, mudah-mudahan bisa stabil.", ujarnya.

Penulis :
Shila Glorya