
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan kawasan Asia Tenggara sebagai pasar potensial bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, khususnya yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan pelaku UMKM di Batam memiliki peluang besar memanfaatkan kedekatan geografis dengan negara-negara tetangga untuk memperluas pasar ekspor.
Dyah mengatakan, "Kita tentu bersaing dengan pelaku usaha dari negara lain. Karena itu, tadi saya memberi semangat kepada para pelaku usaha untuk yakin dengan kemampuan sendiri, serta tetap produktif dan proaktif dalam mencari peluang pasar."
Ia menjelaskan pemerintah melalui Kemendag hadir untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan siap memasuki pasar ekspor.
Dyah menegaskan, "Target kami di Kementerian Perdagangan adalah bagaimana UMKM kita bisa ekspor. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan agar pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang tersebut."
Batam Dinilai Strategis untuk Pengembangan Ekspor
Dyah menilai Batam memiliki posisi strategis untuk mengembangkan ekspor produk UMKM karena lokasinya yang dekat dengan Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara.
Ia berharap produk UMKM lokal dapat menembus pasar ritel maupun pasar tradisional di negara tetangga.
Dyah menyampaikan, "Kalau produk kita bisa masuk ke supermarket atau pasar-pasar di Singapura, itu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Harapannya produk-produk UMKM yang ada di Batam juga bisa sampai ke sana."
Export Center Batam Dampingi Pelaku Usaha
Untuk mendukung upaya tersebut, Kemendag menghadirkan Export Center Batam yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar ekspor.
Kepala Pengelola Export Center Batam Mikhael Ardianto menyampaikan hingga saat ini sekitar 70 pelaku usaha telah terdata dan berkonsultasi dengan tenaga teknis terkait peluang ekspor.
Ia menjelaskan pelaku usaha yang datang berasal dari berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman hingga berbagai produk olahan lainnya.
Mikhael mengatakan, "Kami sudah memiliki database pelaku usaha yang berpotensi untuk ekspor, dan sebagian besar sudah melakukan bimbingan atau konsultasi dengan tenaga teknis di Export Center Batam."
Ia menambahkan sejak dibuka pada Agustus 2025, Export Center Batam telah memfasilitasi sejumlah kegiatan business matching antara pelaku UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri.
Namun hingga saat ini belum ada eksportir perdana yang melakukan ekspor melalui pendampingan langsung dari Export Center Batam.
Mikhael menjelaskan para pelaku usaha masih berada pada tahap penjajakan kerja sama, pengiriman sampel produk, hingga penandatanganan nota kesepahaman dengan calon pembeli.
Mikhael menjelaskan, “Beberapa pelaku usaha sudah melakukan business matching dan mengirim sampel ke buyer. Ada juga yang sudah menandatangani MoU, namun untuk proses ekspor masih menunggu perkembangan lebih lanjut.”
- Penulis :
- Arian Mesa







