HOME  ⁄  Ekonomi

Jepang Alami Defisit Perdagangan Lima Tahun Berturut-turut akibat Tekanan Ekspor ke AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jepang Alami Defisit Perdagangan Lima Tahun Berturut-turut akibat Tekanan Ekspor ke AS
Foto: (Sumber : Pejalan kaki menyeberang jalan di Tokyo, Jepang, 18 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Jia Haocheng.)

Pantau - Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar 1,71 triliun yen pada tahun fiskal 2025, menandai lima tahun berturut-turut mengalami defisit di tengah tekanan ekspor ke Amerika Serikat.

Kinerja Perdagangan Jepang

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Rabu (22/4), ekspor Jepang pada periode April 2025 hingga Maret 2026 meningkat 4 persen menjadi 113,24 triliun yen.

Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan semikonduktor dan perangkat elektronik lainnya.

Sementara itu, impor naik 0,5 persen menjadi 114,96 triliun yen, dipengaruhi kenaikan harga platinum dan logam nonfero.

Namun, pengiriman barang ke Amerika Serikat justru turun 6,6 persen, dengan ekspor mobil merosot tajam sebesar 15,9 persen akibat tarif yang lebih tinggi.

Surplus pada Maret

Meski secara tahunan mengalami defisit, Jepang mencatat surplus perdagangan pada Maret sebesar 667 miliar yen.

Surplus tersebut meningkat 25,9 persen dibanding tahun sebelumnya, seiring ekspor naik 11,7 persen dan impor meningkat 10,9 persen.

Selain itu, impor minyak mentah Jepang tercatat naik untuk bulan ketiga berturut-turut dengan peningkatan volume sebesar 2,4 persen.

Kondisi ini menunjukkan dinamika perdagangan Jepang yang masih tertekan meski terdapat perbaikan dalam jangka pendek.

Penulis :
Ahmad Yusuf