HOME  ⁄  Nasional

AHY Dorong Penguatan Industri Perkeretaapian Nasional Demi Transportasi Efisien dan Kemandirian Teknologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AHY Dorong Penguatan Industri Perkeretaapian Nasional Demi Transportasi Efisien dan Kemandirian Teknologi
Foto: (Sumber : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi pejabat lainnya memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan industri perkeretaapian nasional guna mendukung sistem transportasi yang efisien dan pembangunan infrastruktur terintegrasi, dalam rapat koordinasi di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4).

Penguatan Industri dan Ekosistem Perkeretaapian

AHY menyampaikan bahwa pengembangan industri kereta api domestik menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya permintaan transportasi nasional.

Ia mengungkapkan, "Tadi Pak Kepala BRIN (Arif Satria) juga sangat mendorong agar kita bisa justru sekaligus memajukan industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada."

Menurutnya, pembangunan industri ini harus didukung ekosistem terintegrasi yang melibatkan kementerian teknis, BUMN, dan pelaku industri.

Ia menambahkan, "Kita pastikan ekosistem industrinya, tadi Kementerian Perindustrian juga sudah menyampaikan hal tersebut, BUMN juga sama, kita bangun dengan baik sehingga nanti ada proses yang utuh."

Target Pengembangan Jaringan dan Investasi Besar

AHY menegaskan pentingnya kemandirian industri guna mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan penguasaan teknologi dalam negeri.

Ia mengatakan, "Sehingga kita tidak hanya membeli produk atau teknologi dari luar, tetapi juga membangun kemandirian industri perkeretaapian nasional."

Pemerintah juga merencanakan pembangunan dan reaktivasi jalur kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Saat ini, panjang jalur di Sumatra mencapai 1.871 kilometer dengan kebutuhan tambahan 7.837 kilometer, sementara Kalimantan membutuhkan sekitar 2.772 kilometer dan Sulawesi tambahan 3.284 kilometer dari 109 kilometer yang telah beroperasi.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

Selain itu, pemerintah akan mengawal pengembangan trase dari sisi tata ruang, teknologi, serta memperkuat sinergi pusat dan daerah agar transportasi berbasis kereta api mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara luas.

Penulis :
Aditya Yohan