
Pantau - PT PAM Jaya (Perseroda) berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas zona bebas air tanah, terutama pada gedung-gedung yang telah mendapatkan suplai air perpipaan, karena cakupan layanan air bersih di Jakarta kini telah melampaui 80 persen.
PAM Jaya Dorong Perluasan Zona Bebas Air Tanah
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global" di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Arief mengatakan perluasan zona bebas air tanah menjadi langkah penting seiring meningkatnya cakupan layanan air perpipaan di Jakarta.
"Zona bebas air tanah perlu diperluas, ini yang sedang saya mintakan sama Pemprov DKI," ungkapnya.
Ia menjelaskan gedung-gedung tinggi yang sudah mendapatkan suplai air dari PAM Jaya seharusnya tidak lagi menggunakan air tanah.
Menurutnya, penegakan aturan perlu dilakukan agar penggunaan air tanah tidak terus berlanjut di bangunan yang telah memiliki akses air perpipaan.
"Saya sudah harus menyatakan 'law enforcement' bahwa gedung tinggi yang sudah disuplai air PAM, tidak boleh lagi pakai air tanah," ujarnya.
Eksploitasi Air Tanah Picu Penurunan Permukaan Tanah
Arief menegaskan eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan dampak lingkungan serius, salah satunya penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah.
Ia mencontohkan beberapa daerah di Indonesia yang mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air tanah secara berlebihan.
"Sekarang sudah ada beberapa daerah seperti di Semarang, Tegal dan juga Aceh yang tiba-tiba ada sinkhole, yang kemudian mulai turun, tanah mulai turun dan terus turun. Ini dikarenakan penggunaan air tanah yang berlebihan," katanya.
Menurut Arief, ketersediaan air bersih menjadi salah satu syarat penting apabila Jakarta ingin menyandang status sebagai kota global.
"Dan tidak masuk akal jika kota dengan ambisi global masih menghadapi masalah dasar terkait ketersediaan air bersih perpipaan," ujarnya.
Saat ini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai lebih dari 80,24 persen dengan dukungan jaringan pipa sepanjang 12.835,21 kilometer.
Jumlah pelanggan PAM Jaya tercatat mencapai 1.178.022 pelanggan dengan volume distribusi air sebesar 22.583 liter per detik.
PAM Jaya menargetkan pada 2029 cakupan layanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen.
Target tersebut akan didukung jaringan pipa sepanjang 16.234 kilometer dengan suplai air mencapai 31.563 liter per detik.
- Penulis :
- Shila Glorya







