Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Bangun PSEL di Bantargebang untuk Atasi 8.000 Ton Sampah Jakarta per Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Bangun PSEL di Bantargebang untuk Atasi 8.000 Ton Sampah Jakarta per Hari
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis 12/3/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, guna mempercepat penanganan sampah di Jakarta.

PSEL Bantargebang Ditargetkan Olah 3.000 Ton Sampah

Zulkifli Hasan menjelaskan pembangunan PSEL dilakukan agar persoalan sampah di Jakarta tidak kembali menimbulkan kejadian seperti sebelumnya.

Ia mengatakan, "Jakarta itu nanti ada di Bantar Gebang."

"Mudah-mudahan nanti kejadian kemarin tidak terulang lagi."

"Itu menunjukkan kita memang perlu percepat, kita tidak ingin ada masalah lagi, kita ingin percepat," ungkapnya.

Ia menyebut sampah yang dihasilkan Jakarta mencapai hampir 8.000 ton setiap hari.

Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang bahkan disebut sudah setinggi gedung sekitar 17 lantai.

PSEL yang akan dibangun di Bantargebang direncanakan mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah.

Sebanyak 2.000 ton berasal dari sampah baru dan 1.000 ton merupakan sampah lama.

Selain di Bantargebang, dua wilayah lain di Jakarta juga direncanakan akan dibangun fasilitas serupa.

Salah satu lokasi yang direncanakan berada di kawasan Sunter yang berdekatan dengan Jakarta International Stadium.

Pembangunan di tiga wilayah tersebut merupakan bagian dari program PSEL tahap kedua atau waste to energy tahap kedua.

14 Proyek PSEL Ditargetkan Rampung 2028

Program PSEL tahap kedua direncanakan akan dibangun di 14 lokasi di Indonesia.

Sepuluh lokasi yang disebut antara lain berada di Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, dan Serang.

Pemerintah menargetkan seluruh proyek tersebut selesai pada pertengahan hingga akhir tahun 2028.

"Kita harapkan yang 14 PSEL ini pada pertengahan 2028 sampai akhir 2028 juga sudah jadi," kata Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan insiden longsor sampah di TPST Bantargebang dipicu oleh curah hujan ekstrem.

Longsor terjadi di zona 4A pada pukul 14.30 WIB.

Curah hujan tinggi menyebabkan air masuk ke dalam gunungan sampah sehingga membuat permukaan menjadi licin.

Kondisi tersebut akhirnya memicu longsor di area tersebut.

Longsoran sampah menutup jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang sekitar 40 meter.

Setelah meninjau langsung lokasi pada pagi hari, Pramono Anung meminta agar kondisi di kawasan tersebut segera dinormalkan kembali.

Penulis :
Shila Glorya