
Pantau - Pemerintah masih menunda keputusan terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 karena menunggu penetapan sektor prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan rencana rekrutmen ASN, termasuk kemungkinan pembukaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), sebenarnya sudah dirumuskan.
"Sudah kita finalkan, kita rumuskan. Secara umum hampir semua menteri sudah menyampaikan kebutuhannya," ungkapnya.
Pemerintah belum dapat menetapkan jumlah formasi ASN secara rinci karena masih fokus pada penentuan prioritas kebutuhan.
Penentuan prioritas dinilai penting agar rekrutmen ASN benar-benar menjawab kebutuhan yang paling mendesak.
Formasi Belum Dirinci
Prasetyo mengatakan pemerintah belum bisa menyampaikan angka formasi secara detail pada tahap ini.
"Kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena masih melihat prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi," ujarnya.
Selain faktor prioritas, pemerintah juga mempertimbangkan kemampuan fiskal negara dalam menentukan jumlah rekrutmen ASN.
Kebijakan penambahan ASN, menurut pemerintah, harus tetap selaras dengan kondisi keuangan negara.
Pemetaan Kebutuhan Masih Berjalan
Hampir seluruh kementerian telah menyampaikan kebutuhan pegawai di masing-masing instansi.
Kementerian PAN-RB juga telah meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan pegawai.
Pemerintah pusat saat ini memetakan ASN yang sudah ada untuk mengetahui distribusi dan kekurangan pegawai secara lebih akurat.
"Ini sedang dicari titik temunya, terutama kalau berbicara soal jumlah," kata Prasetyo.
Pemetaan kebutuhan ASN disebut masih terus dilakukan secara paralel untuk menemukan jumlah rekrutmen yang sesuai dengan kebutuhan prioritas dan kemampuan negara.
- Penulis :
- Shila Glorya







