
Pantau - Khatib Ustadz Mintaraga Eman Surya mengajak jamaah memaknai Idul Fitri sebagai momentum refleksi dan penguatan iman, bukan sekadar seremoni, dalam Shalat Id di Alun-Alun Purwokerto, Banyumas, Jumat pagi.
Ajakan tersebut disampaikan dalam khutbah Shalat Id yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas dengan dihadiri ribuan jamaah.
Idul Fitri sebagai Momentum Evaluasi Diri
Mintaraga menegaskan bahwa takbir Idul Fitri bukan hanya tradisi, melainkan bentuk kesadaran atas kebesaran Allah setelah menjalani ibadah Ramadhan.
Ia mengatakan, "Takbir Idul Fitri bukan sekadar tradisi lisan, tetapi wujud kesadaran seorang hamba atas kebesaran Allah setelah sebulan menjalani ibadah Ramadhan."
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam euforia perayaan semata tanpa makna spiritual.
Menurutnya, Idul Fitri harus menjadi titik evaluasi diri terhadap kualitas ibadah sekaligus komitmen menjaga amal di masa mendatang.
Ia mengungkapkan, "Kita perlu bertanya pada diri sendiri, kemenangan apa yang sebenarnya kita rayakan."
Seruan Perkuat Ketahanan dan Kepedulian Sosial
Mintaraga menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan proses pembinaan karakter yang meliputi kecerdasan spiritual, pengendalian diri, ketahanan diri, dan kepedulian sosial.
Ia menilai kondisi global saat ini tengah menghadapi krisis multidimensi yang menuntut umat memiliki ketahanan di berbagai aspek kehidupan.
Ia menegaskan, "Kemenangan sejati adalah ketika iman semakin kuat, solidaritas semakin erat, dan kepedulian sosial semakin besar."
Sementara itu, Ketua Panitia Shalat Id Nur Fauzi menyampaikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar dengan jumlah jamaah lebih dari 2.000 orang di Alun-Alun Purwokerto.
Ia mengatakan, "Kami juga merayakan dengan secukupnya karena menghormati saudara-saudara yang belum merayakan hari ini."
Sebagai tambahan, Shalat Id Muhammadiyah di Banyumas digelar di 137 lokasi dengan dukungan aparat dan pemerintah daerah sehingga berlangsung aman dan tertib.
- Penulis :
- Aditya Yohan








