
Pantau - Jalur Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, yang dahulu dikenal padat saat arus mudik Pantura kini berubah lebih lengang sejak beroperasinya Tol Trans Jawa.
Perubahan Drastis Sejak Hadirnya Jalan Tol
Sebelum tahun 2018, Alas Roban menjadi jalur utama pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kondisi jalan berkelok dan padat kendaraan.
Pada periode mudik Lebaran, kemacetan panjang kerap terjadi hingga membuat waktu tempuh sulit diprediksi.
Kondisi tersebut turut menghidupkan warung-warung di sepanjang jalur sebagai tempat istirahat dan interaksi para pemudik.
Namun setelah Tol Trans Jawa beroperasi, arus kendaraan roda empat beralih ke jalur tol sehingga Alas Roban tidak lagi seramai sebelumnya.
Pemudik Motor dan Pedagang Masih Bertahan
Meski demikian, jalur Alas Roban masih digunakan oleh pemudik sepeda motor yang tidak memiliki akses ke jalan tol.
Sejumlah pemudik masih terlihat singgah di warung pinggir jalan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Dari Cibitung mau ke Solo. Perjalanan bisa 12 jam lebih karena sempat mampir dulu,” ungkap salah seorang pemudik, Heri.
Pemudik lainnya, Andre, memilih menggunakan sepeda motor karena faktor biaya dan fleksibilitas perjalanan.
“Kalau pakai motor biayanya lebih murah dan lebih simpel,” ujarnya.
Di sisi lain, pedagang seperti Siti Aminah mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak berkurangnya arus kendaraan.
“Dulu sebelum ada tol, ramai sekali. Sekarang turun drastis sejak ada tol itu,” katanya.
Pendapatan harian yang sebelumnya lebih tinggi kini berkisar sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 tergantung kondisi.
Meski mengalami penurunan, pedagang tetap bertahan dengan menyesuaikan stok dagangan terutama saat musim mudik.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran fungsi Alas Roban dari jalur utama menjadi jalur alternatif dengan aktivitas yang lebih terbatas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








