
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Basarnas memastikan kesiapsiagaan operasi search and rescue (SAR) khusus selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kesiapan yang menyeluruh dan terkoordinasi.
Ia menyampaikan, "Kami memastikan seluruh elemen dalam kondisi siap siaga maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi, sehingga berbagai potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini."
Peninjauan dilakukan di Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Lokasi tersebut menjadi salah satu titik krusial mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana.
Penguatan koordinasi lintas sektor juga menjadi fokus dalam menghadapi potensi kondisi darurat.
Kesiapsiagaan tidak hanya berfokus pada respons cepat, tetapi juga mitigasi dan edukasi.
Khofifah mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini melalui kurikulum pendidikan.
Ia mengatakan, "Edukasi kebencanaan sejak dini penting untuk membangun awareness yang kuat sehingga generasi muda memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana."
Ia juga mengusulkan momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di sekolah.
Pembentukan tim siaga bencana di sekolah menjadi salah satu langkah yang diusulkan.
Pemprov Jawa Timur juga menerima penghargaan dari Basarnas atas dukungan dalam operasi penyelamatan di Sidoarjo.
Penghargaan tersebut diberikan atas sinergi dalam penanganan operasi kemanusiaan.
- Penulis :
- Gerry Eka








