Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

MPR Dorong Aksi Iklim Dipercepat di Tengah Panas Ekstrem yang Melanda Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

MPR Dorong Aksi Iklim Dipercepat di Tengah Panas Ekstrem yang Melanda Indonesia
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno. (ANTARA/HO-MPR RI))

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong percepatan aksi iklim dan kebijakan responsif menyusul meningkatnya suhu ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menyebut kondisi saat ini telah memasuki fase krisis iklim yang ditandai dengan kenaikan suhu, polusi udara, serta laju deforestasi yang tinggi.

“Pasca COVID-19 lima tahun yang lalu, saya telah menyerukan pentingnya penanganan masalah iklim yang menyebabkan kenaikan suhu bumi akibat emisi karbon, lonjakan polusi, dan laju deforestasi yang tinggi," ungkap Eddy.

Suhu Ekstrem Jadi Alarm Krisis Iklim

Data BMKG mencatat suhu udara di Jakarta mencapai 35,6 derajat Celsius, disusul Ciputat 35,5 derajat Celsius dan Tangerang 35,4 derajat Celsius.

Eddy menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar perubahan iklim, melainkan sudah masuk kategori krisis iklim.

Ia menekankan pentingnya komitmen politik serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi.

Dorong Legislasi dan Aksi Nyata

MPR mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pengelolaan Perubahan Iklim yang telah masuk Prolegnas Prioritas 2026.

"Saya berharap kita bisa segera membahas dan mengesahkannya karena penanganan krisis iklim tidak akan efektif tanpa legislasi yang kuat," kata Eddy.

Selain itu, edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, penanaman pohon, dan penggunaan transportasi ramah lingkungan dinilai penting untuk menekan dampak krisis iklim.

Eddy menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman krisis iklim yang semakin nyata.

Penulis :
Aditya Yohan