
Pantau - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan layanan angkutan malam untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, "Untuk angkutan malam hari di Jakarta sudah disiapkan. Jadi keseluruhannya untuk 14 koridor Transjakarta ini operasional 24 jam dan juga ditambahkan jumlah bus yang operasional."
Layanan angkutan malam ini disiapkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang tiba di Jakarta pada malam hingga dini hari.
Penyesuaian jumlah armada dilakukan berdasarkan target penumpang yang diperkirakan datang dari luar Jakarta, terutama melalui Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Pulo Gebang.
Penguatan Layanan dan Konektivitas Antarmoda
Dishub DKI Jakarta memperkuat konektivitas antarmoda dengan menambah armada pada rute penghubung dari terminal ke kawasan permukiman.
Layanan tidak hanya mencakup bus bus rapid transit, tetapi juga angkutan penumpang lainnya yang dioptimalkan.
Mikrotrans turut disiagakan dan beberapa unit beroperasi selama 24 jam, khususnya di kawasan terminal dengan lonjakan penumpang.
Syafrin menyampaikan, "Tidak hanya 14 koridor, tetapi juga ada Mikrotrans. Beberapa Mikrotrans seperti di Kampung Rambutan ini juga operasional 24 jam."
Penumpang yang tiba di Jakarta dapat langsung mengakses layanan lanjutan seperti Transjakarta dan Mikrotrans yang beroperasi sepanjang hari.
Jaminan Keselamatan dan Penambahan Armada
Dishub DKI Jakarta memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam layanan arus balik ini.
Seluruh bus telah melalui uji kelaikan atau ramp check untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap para pramudi agar dalam kondisi sehat dan siap bertugas.
Syafrin menjelaskan, "Untuk arus balik dari Jakarta, kami pastikan seluruh sarana dalam hal ini bus yang disiapkan itu telah dilakukan pemeriksaan kelaikan atau ramp check. Demikian pula halnya pramudinya."
Pos kesehatan tetap disiagakan di terminal-terminal untuk mendukung layanan kesehatan bagi penumpang dan awak.
Dari sisi prasarana, fasilitas terminal seperti ruang tunggu, kebersihan, dan sarana umum dipastikan siap digunakan.
PT Transjakarta juga menambah frekuensi layanan pada rute terintegrasi dengan stasiun dan terminal sebesar 20 hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, "Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dari titik kedatangan utama seperti stasiun kereta api dan terminal bus antarkota yang diprediksi mengalami puncak arus balik pada akhir Maret."
Penambahan layanan difokuskan di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, dan Terminal Pulo Gebang.
Ayu menyatakan, "Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada yang lebih tinggi dari hari biasa, sekaligus mempercepat headway untuk menghindari kepadatan penumpang."
Pada periode 13 hingga 29 Maret 2026, Transjakarta memperpanjang jam operasional hingga pukul 23.59 WIB.
Pola operasi juga disesuaikan dengan jadwal kedatangan penumpang kereta dan bus antarkota antarprovinsi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran.
- Penulis :
- Leon Weldrick








