Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Gandeng Universitas Ary Ginanjar Perkuat Manajemen Talenta untuk Dorong Riset Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Gandeng Universitas Ary Ginanjar Perkuat Manajemen Talenta untuk Dorong Riset Nasional
Foto: (Sumber : Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kanan) bersama Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG) Ary Ginanjar Agustian (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-BRIN)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG) untuk memperkuat manajemen talenta riset guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penelitian.

Fokus Pengembangan Talenta Riset

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pentingnya menghadirkan talenta unggul yang memiliki minat dan kompetensi kuat di bidang riset.

"Yang kita perlukan sekarang adalah talenta-talenta yang bagus di bidang riset. Karena riset yang hebat itu dilakukan oleh orang-orang yang memang punya passion di situ," ungkapnya.

Ia menyebut pendekatan manajemen talenta menjadi kunci agar pengembangan SDM riset dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan efektif.

"Ke depan, salah satu skill yang diperlukan itu adalah talent management. Ini yang harus kita kuasai, supaya pengembangan SDM riset kita lebih efektif," ujarnya.

Kolaborasi Berbasis Data dan Program Penguatan

Kerja sama ini mengedepankan pendekatan berbasis data untuk memetakan minat dan bakat individu dalam pengembangan talenta riset.

BRIN akan mengoptimalkan berbagai program seperti pendanaan riset, beasiswa, program degree by research, serta magang untuk menyiapkan peneliti unggul.

"Kita bersyukur sudah mulai punya data talenta ini, yang nanti bisa kita kembangkan lebih jauh sesuai dengan minat dan bakatnya. Harapannya, dari peneliti yang kita kembangkan, sebagian besar memang benar-benar passion di riset," kata Arif.

Pendiri UAG Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya identifikasi talenta sejak dini agar pengembangan SDM tidak salah arah.

"Kalau kita bisa menemukan orang yang tepat dan mengembangkannya, maka riset kita akan punya dampak besar. Ini yang ingin kita dorong bersama, agar Indonesia ke depan benar-benar menjadi negara berbasis riset," ujarnya.

Kolaborasi ini telah diuji coba pada sekitar 1.100 periset BRIN dan akan diperluas ke lebih banyak peneliti di masa mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan