Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Suasana Lebaran di Balik Jeruji NTB Hadirkan Refleksi Kemanusiaan dan Harapan Baru bagi Narapidana

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Suasana Lebaran di Balik Jeruji NTB Hadirkan Refleksi Kemanusiaan dan Harapan Baru bagi Narapidana
Foto: (Sumber : Kapolres Lombok Tengah Provinsi NTB AKBP Eko Yusmiarto bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri (baju putih) saat menyapa para tahanan di Polres Lombok Tengah, Rabu (25/3/2026). (ANTARA/Akhyar Rosidi.).)

Pantau - Perayaan Idul Fitri di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung dalam suasana sunyi dengan keterbatasan, namun tetap menghadirkan makna kemanusiaan di tengah para warga binaan yang menjalani hukuman.

Lebaran Sunyi di Balik Jeruji

Perayaan Lebaran di NTB tidak diwarnai gema takbir yang bebas, melainkan suasana hening di dalam sel tahanan dengan aktivitas terbatas yang dijalani para narapidana.

Sebanyak 3.019 narapidana di NTB menerima remisi Idul Fitri pada 2026 sebagai bentuk apresiasi atas perilaku baik selama masa pembinaan.

Remisi tersebut mencerminkan adanya proses perubahan di dalam lembaga pemasyarakatan meskipun para warga binaan masih menghadapi kenyataan jauh dari keluarga.

Mayoritas penerima remisi berasal dari kasus narkotika yang menunjukkan bahwa persoalan sosial di masyarakat turut tercermin di dalam lembaga pemasyarakatan.

Pendekatan Humanis dan Harapan Baru

Di Lombok Tengah, aparat kepolisian dan pemerintah daerah menerapkan pendekatan humanis dengan memberikan makanan tambahan, pembinaan, serta kegiatan halal bihalal bagi para tahanan.

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menanamkan kembali harapan dan nilai kemanusiaan di tengah sistem hukum yang tegas.

Momentum Lebaran dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan dan perubahan perilaku.

Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masa depan para narapidana setelah bebas nanti.

Penulis :
Ahmad Yusuf