
Pantau – Iran dilaporkan lebih memilih Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sebagai mitra dialog dibanding utusan lain dari Presiden Donald Trump.
Menurut laporan media, Teheran meminta agar pembicaraan dilakukan dengan Vance, bukan dengan utusan khusus Steve Witkoff maupun Jared Kushner.
Sumber menyebut Iran tidak mempercayai Witkoff dan Kushner, terutama terkait pengalaman pembicaraan sebelumnya sebelum konflik terbaru pecah.
Sebaliknya, JD Vance dipandang sebagai sosok yang:
- Lebih terbuka terhadap gencatan senjata
- Berpotensi mendorong penyelesaian diplomatik
Presiden Trump sebelumnya mengklaim bahwa:
- AS dan Iran telah melakukan pembicaraan “positif dan produktif” selama dua hari
- Pentagon diperintahkan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari
Namun, Iran membantah adanya negosiasi langsung. Teheran menyatakan hanya menerima pesan dari pihak ketiga yang menyampaikan keinginan AS untuk berdialog.
Perbedaan pernyataan ini menunjukkan bahwa:
- Jalur komunikasi masih belum solid
- Dialog kemungkinan masih melalui perantara
Preferensi Iran terhadap JD Vance memberi indikasi bahwa dinamika internal di pihak AS juga memengaruhi peluang tercapainya kesepakatan di tengah konflik yang masih berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan







