Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KCIC Imbau Penumpang Whoosh Gunakan Feeder untuk Hindari Keterlambatan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KCIC Imbau Penumpang Whoosh Gunakan Feeder untuk Hindari Keterlambatan
Foto: (Sumber: Ruang tunggu keberangkatan Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, dipadati calon penumpang pada Minggu (29/3/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya.)

Pantau - PT Kereta Cepat Indonesia China mengimbau penumpang kereta cepat Whoosh dari wilayah Bandung memanfaatkan layanan feeder menuju Stasiun Padalarang untuk menghindari keterlambatan selama arus balik Lebaran.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan penggunaan feeder dapat membantu perjalanan lebih terjadwal dan bebas dari kemacetan.

"Dengan menggunakan layanan feeder yang terintegrasi, perjalanan menuju stasiun menjadi lebih terjadwal dan bebas dari potensi kepadatan lalu lintas sehingga penumpang dapat tiba tepat waktu sebelum boarding kepergian ditutup," ujarnya.

KCIC mencatat sekitar 12 ribu tiket kereta cepat telah terjual hingga Minggu siang.

Jumlah tersebut diprediksi meningkat hingga mencapai sekitar 20 ribu penumpang.

Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi dari arah Bandung menuju Jakarta seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kebijakan bekerja dari mana saja.

Eva mengimbau masyarakat segera memesan tiket agar tidak kehabisan, terutama pada jam favorit sore dan malam hari.

"Seiring dengan tingginya volume penumpang pada masa arus balik, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemesanan tiket agar tidak kehabisan, terutama untuk jadwal keberangkatan pada jam favorit di sore dan malam hari dari arah Bandung," katanya.

Penumpang juga diminta datang minimal 30 menit sebelum keberangkatan.

Boarding akan ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Tiket Whoosh dapat dibeli melalui berbagai kanal resmi seperti aplikasi Whoosh, laman web, dan aplikasi mitra lainnya.

Kereta cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam yang melayani rute Jakarta-Bandung melalui empat stasiun utama.

Penulis :
Gerry Eka