Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Riset Ungkap Industri Padat Karya Tertinggal di Tengah Pertumbuhan Sektor Manufaktur

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Riset Ungkap Industri Padat Karya Tertinggal di Tengah Pertumbuhan Sektor Manufaktur
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Salah satu industri pengolahan biji besi di Pulau Sebuku yang merupakan pelanggan Industri PLN UID Kalselteng, di Kotabaru, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-PLN UID Kalselteng).)

Pantau - Lembaga riset NEXT Indonesia Center menilai sektor industri padat karya masih membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah meski industri pengolahan secara umum menunjukkan pertumbuhan positif.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko menyoroti adanya ketimpangan antara industri sunrise dan sunset.

Industri sunrise seperti logam dasar dan mesin mencatat pertumbuhan pesat.

Sementara itu, industri sunset seperti tekstil, pakaian jadi, kayu, karet, dan plastik justru tertinggal.

Industri karet dan plastik bahkan mengalami kontraksi sebesar 4,07 persen pada 2025.

"Sektor-sektor sunset ini membutuhkan perhatian khusus karena mereka adalah penyerap tenaga kerja besar. Perannya mulai tergerus oleh perubahan rantai pasok global dan persaingan biaya produksi," ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah tenaga kerja di industri pengolahan mencapai 20,3 juta orang atau 13,86 persen dari total tenaga kerja nasional.

Jumlah tersebut tumbuh 1,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi investasi, realisasi sektor industri pengolahan mencapai Rp780,9 triliun pada 2025, meningkat dari Rp721,3 triliun pada 2024.

Namun kontribusinya terhadap total investasi nasional menurun dari 42,08 persen menjadi 40,44 persen akibat stagnasi penanaman modal asing.

Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh 5,30 persen secara tahunan pada 2025.

Industri logam dasar mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,71 persen, disusul industri mesin dan perlengkapan sebesar 13,98 persen.

Subsektor lain seperti industri kimia, farmasi, obat tradisional, serta barang logam dan elektronik menunjukkan pertumbuhan stabil.

Christiantoko menekankan perlunya kebijakan reindustrialisasi untuk memperkuat sektor padat karya.

Fokus kebijakan meliputi revitalisasi sektor, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta pemerataan investasi guna menciptakan pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti