Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polisi Dalami Peran Dua Pelaku dalam Kasus Mutilasi Korban yang Disimpan di Freezer Bekasi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Polisi Dalami Peran Dua Pelaku dalam Kasus Mutilasi Korban yang Disimpan di Freezer Bekasi
Foto: Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan olah TKP penemuan mayat di kios Ayam Geprek Perumahan Mega Regency Blok D33, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu 29/3/2026 (sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Pantau - Kasus pembunuhan dengan korban berinisial AH (39) yang ditemukan dalam kondisi dimutilasi di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, kini tengah didalami Polda Metro Jaya dengan memeriksa dua pelaku berinisial DS alias A dan S.

Kronologi Penemuan dan Penangkapan Pelaku

Penemuan mayat korban menggegerkan warga Perumahan Mega Regency Blok D33, Desa Sukaragam, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3).

Korban yang dikenal dengan nama panggilan Pak Bedul tersebut diketahui merupakan pegawai di kios ayam geprek tempat jenazah ditemukan.

Saat ditemukan, korban berada di dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa korban disembunyikan di dalam freezer oleh pelaku di lokasi tersebut.

Polisi kemudian menangkap dua pelaku berinisial DS alias A dan S di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

"Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DS alias A dan S. Keduanya ditangkap pada Minggu (29/3) pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka," ungkap pihak kepolisian.

"Dua orang pelakunya, inisialnya DS alias A dan S," ujarnya menegaskan.

Penyidikan dan Pendalaman Kasus

Polda Metro Jaya kini melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami keterlibatan masing-masing pelaku dalam kasus tersebut.

"Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi," ungkap penyidik.

Penanganan kasus ini dilakukan menggunakan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan proses berjalan objektif dan berbasis alat bukti.

Polisi juga menekankan bahwa penyidikan tidak hanya berfokus pada pelaku, tetapi juga pada pengumpulan alat bukti yang kuat.

Langkah penyidikan meliputi pemeriksaan saksi, pendalaman keterangan pelaku, autopsi korban, pemeriksaan laboratorium forensik, serta pengembangan di lapangan.

Tim penyidik saat ini masih melakukan pencarian bagian tubuh korban yang belum ditemukan sebagai bagian penting dalam proses forensik dan pembuktian.

Penyebab kematian korban hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

"Kami mohon masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal. Seluruh fakta akan dibuka secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, dan temuan forensik. Komitmen kami adalah menuntaskan perkara ini secara profesional, proporsional, dan akuntabel," ujarnya.

Kronologi lengkap kejadian hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci oleh pihak kepolisian.

Penulis :
Shila Glorya