
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, meminta pemerintah Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyusul gugurnya satu prajurit akibat serangan Israel di Lebanon.
Desakan Evaluasi dan Kekhawatiran Keamanan
Permintaan tersebut disampaikan setelah insiden serangan yang menewaskan satu prajurit TNI dan melukai satu lainnya di wilayah konflik Lebanon selatan.
Ia menilai situasi keamanan di kawasan tersebut semakin membahayakan keselamatan personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian.
"Dengan kondisi yang semakin memanas akibat konflik antara Israel dan Hizbullah, prajurit TNI berpotensi menjadi target serangan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa eskalasi konflik harus menjadi pertimbangan strategis untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dari pihak Indonesia.
"Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Evaluasi penugasan hingga opsi penarikan sementara pasukan dalam misi UNIFIL perlu segera dipertimbangkan," ia mengatakan.
Kronologi Serangan dan Sikap Kecaman
UNIFIL melaporkan satu prajurit TNI gugur setelah terkena proyektil yang menghantam pos penjagaan pada Minggu malam waktu setempat.
Ledakan tersebut terjadi di salah satu pos jaga dekat desa Adchit al Qusayr di Lebanon selatan yang merupakan area rawan konflik.
Selain korban meninggal, satu personel TNI lainnya dilaporkan mengalami luka kritis akibat insiden tersebut.
Oleh Soleh mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.
"Saya mengutuk keras serangan Israel yang telah menewaskan prajurit TNI. Ini adalah tragedi kemanusiaan dan pelanggaran terhadap semangat perdamaian dunia," ujarnya.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya prajurit tersebut serta menegaskan bahwa pengabdian dalam misi perdamaian merupakan tugas mulia yang harus dihormati semua pihak.
- Penulis :
- Leon Weldrick








