
Pantau - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau kesiapan layanan kesehatan haji di Makkah guna memastikan pelayanan optimal bagi jamaah Indonesia.
Dahnil mengatakan, "Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jamaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah," ungkapnya di Jakarta, Senin.
Dalam kunjungan tersebut, Dahnil meninjau Saudi German Hospital yang akan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Haji dalam melayani jamaah.
Pemerintah juga akan memaksimalkan klinik satelit di berbagai sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Armuzna.
"Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jamaah secara lebih optimal," ujarnya.
Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan di dalam negeri melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji.
"Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah," kata Dahnil.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan kesehatan jamaah, terutama bagi kelompok lansia dan berisiko tinggi, agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







