
Pantau - Blokade energi terhadap Kuba menyebabkan lebih dari 100.000 warga, termasuk anak-anak, harus mengantre untuk menjalani operasi di rumah sakit.
Wakil Perdana Menteri Kuba Oscar Perez-Oliva Fraga mengatakan, "Menurut sistem layanan kesehatan, lebih dari 100.000 orang mengantre untuk dioperasi dan lebih dari 11.000 di antaranya adalah anak-anak," ungkapnya usai pertemuan di St. Petersburg, Minggu.
Fraga menjelaskan krisis energi berdampak luas pada berbagai sektor kehidupan, terutama layanan kesehatan.
Pemadaman listrik harian mengganggu operasional rumah sakit, produksi, transportasi, hingga penyimpanan makanan.
Ia juga menyebut kelangkaan bahan bakar menyebabkan sistem penyediaan air tidak berjalan normal.
Blokade energi terjadi setelah kebijakan Amerika Serikat yang mengenakan tarif terhadap negara pemasok minyak ke Kuba.
Pemerintah Kuba menilai kebijakan tersebut bertujuan melemahkan perekonomian dan memperburuk kondisi hidup masyarakat.
Di sisi lain, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya tetap membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat.
Ia menegaskan kesiapan Kuba untuk melanjutkan perundingan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati sistem politik masing-masing.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







