Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kanselir Jerman Friedrich Merz Ragukan Keberhasilan Strategi Militer AS-Israel di Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kanselir Jerman Friedrich Merz Ragukan Keberhasilan Strategi Militer AS-Israel di Iran
Foto: (Sumber : Arsip - Kanselir Jerman Friedrich Merz. (ANTARA/Anadolu/py))

Pantau - Kanselir Jerman Friedrich Merz meragukan efektivitas operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan Keraguan dan Peringatan Jerman

Merz menyampaikan keraguannya dalam konferensi di Frankfurt pada Jumat (27/3) terkait strategi yang dijalankan kedua negara tersebut.

"Saya tak yakin apa yang dilakukan Israel dan AS saat ini benar-benar akan berhasil," ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan kejelasan arah kebijakan militer tersebut dengan mengatakan, "apakah ada strategi dan apakah strategi itu dijalankan dengan baik."

Menurut Merz, situasi konflik berpotensi berlangsung lebih lama tanpa adanya perbaikan signifikan.

"Dalam hal ini, situasinya bisa berlangsung lebih lama dan kemungkinan tidak akan membaik," katanya.

Merz menilai Amerika Serikat dan Israel kini semakin terjerat dalam konflik melawan Iran dan memperingatkan bahwa upaya perubahan pemerintahan di Iran tidak akan mudah tercapai.

Sikap Jerman dan Perkembangan Konflik

Merz menegaskan bahwa Jerman tidak akan terlibat langsung dalam konflik karena perang tersebut bukan bagian dari NATO.

"Namun, kami telah menawarkan untuk mengoordinasikan, misalnya, perlindungan militer di Selat Hormuz bersama pihak lain jika terjadi gencatan senjata," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Jerman hanya dapat dilakukan dengan mandat internasional, persetujuan parlemen Bundestag, serta keputusan kabinet.

"Kami masih jauh dari itu, dan selama perang terus berlangsung, itu bukan pilihan bagi kami," katanya.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf