Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Kebutuhan Kurban Jabodetabek

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Kebutuhan Kurban Jabodetabek
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Riadi. ANTARA/Nur Imansyah.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan 30 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jabodetabek pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB menyatakan jumlah tersebut khusus untuk kebutuhan kurban di Jabodetabek.

"Itu khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja di wilayah Jabodetabek," ujarnya.

Awalnya disiapkan 21 ribu ekor sapi, namun bertambah 9.000 ekor dari Sumbawa seiring meningkatnya permintaan.

Pengiriman sapi sudah mulai dilakukan menggunakan truk tronton melalui jalur darat dari Bima, Lombok, dan Surabaya.

Distribusi dilakukan lebih awal untuk menghindari penumpukan di pelabuhan.

"Ini kita jadwalkan. Jangan sampai pada saat menjelang Idul Adha baru dikirim, sehingga terjadi penumpukan antrean truk pengangkut sapi di areal pelabuhan. Itu makanya yang kita lakukan antisipasi dimulai dari sekarang," katanya.

Pengaturan pengeluaran sapi mengacu pada keputusan Gubernur NTB tahun 2025 dengan total kuota sapi pedaging mencapai 52.517 ekor.

Kuota kerbau yang disiapkan sebanyak 2.550 ekor.

Kabupaten Bima menjadi penyumbang terbesar dengan 17.500 ekor sapi, disusul Sumbawa 17.000 ekor, dan Dompu 13.500 ekor.

Kota Bima menyuplai 3.317 ekor, sementara Sumbawa Barat menyumbang 200 ekor.

Sisanya berasal dari wilayah lain seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat.

Untuk kerbau, pengiriman terbesar menuju Surabaya sebanyak 1.400 ekor.

Kuota sapi tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 49.254 ekor.

Sementara kuota kerbau tahun sebelumnya mencapai 5.580 ekor.

Peningkatan ini menunjukkan tingginya kebutuhan hewan kurban sekaligus kesiapan NTB sebagai daerah pemasok utama.

Penulis :
Gerry Eka