
Pantau - Papua memiliki potensi sumber daya perikanan sekitar 1,3 juta ton per tahun di wilayah WPP 717, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan rantai distribusi.
Keterbatasan pelabuhan perikanan besar dengan fasilitas modern menyebabkan hasil tangkapan banyak didaratkan di luar daerah.
Kondisi ini membuat nilai tambah ekonomi belum dinikmati maksimal oleh masyarakat lokal serta memperpanjang rantai distribusi.
Sekitar 90 persen nelayan di Papua masih merupakan nelayan tradisional dengan jumlah mencapai 1.181 orang, termasuk 256 nelayan Orang Asli Papua.
Hal ini memengaruhi kapasitas produksi dan konsistensi pasokan.
Pemerintah melakukan peningkatan kapasitas melalui bantuan alat dan pelatihan bagi nelayan.
Pemerintah mendorong pengembangan PPI Hamadi di Jayapura menjadi pusat perikanan modern yang mencakup pengolahan, distribusi, dan transaksi.
Pengembangan dilakukan secara vertikal karena keterbatasan lahan sekitar dua hektare.
Pembangunan pelabuhan besar menjadi strategi utama memperkuat rantai pasok dari pendaratan hingga distribusi.
Pemerintah juga mendorong hilirisasi agar produk ekspor tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.
Ekspor perdana 17,8 ton tuna olahan ke Amerika Serikat senilai sekitar Rp1,9 miliar menjadi langkah awal penguatan ekspor.
Produk ekspor harus memenuhi standar internasional seperti HACCP serta melalui proses verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, dan uji laboratorium.
Digitalisasi layanan melalui sistem SSmQC diterapkan untuk mempercepat proses karantina dan bea cukai, memangkas tahapan dari 10 menjadi 3 tahap dengan efisiensi waktu sekitar 73 persen.
Pemerintah menargetkan produksi perikanan Papua tahun 2026 sebesar 230 ribu ton dari sektor tangkap dan budidaya.
Pengembangan juga mencakup komoditas lain seperti rumput laut, kepiting, dan ikan karang.
Rumput laut diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru, terutama di wilayah Yapen, Supiori, dan Biak Numfor.
Sektor perikanan diharapkan menjadi pilar utama ekonomi Papua melalui peningkatan ekspor, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka







