Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Sebut Kinerja Garuda Indonesia Mulai Pulih Usai Suntikan Modal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Danantara Sebut Kinerja Garuda Indonesia Mulai Pulih Usai Suntikan Modal
Foto: (Sumber: Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Jakarta, Minggu (29/3/2026). (ANTARA/A Muzdaffar Fauzan.)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Danantara menyatakan kinerja PT Garuda Indonesia mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2026 setelah intervensi berupa suntikan dana yang dilakukan pada akhir 2025.

COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan tekanan kinerja dalam laporan 2025 merupakan kondisi sebelum intervensi dilakukan.

"Itu kan problem yang dibukukan hari ini itu kan pendapatan 2025. Intervensi yang kita lakukan itu kan baru di akhir (tahun 2025). Nanti akan terlihat performa di awal 2026. Nanti kan kita akan keluarkan di quarter 1 dan quarter 2," ujarnya.

Salah satu faktor utama penurunan kinerja sebelumnya adalah banyaknya pesawat yang tidak beroperasi atau grounded sehingga tetap menimbulkan biaya, terutama biaya sewa.

Selain itu, proses perawatan pesawat juga membutuhkan waktu yang panjang.

Setelah intervensi, jumlah pesawat yang kembali beroperasi mulai meningkat meski belum sepenuhnya optimal.

Dony menegaskan proses pemulihan tidak hanya bergantung pada tambahan dana, tetapi juga transformasi bisnis secara menyeluruh.

"Kita masih banyak PR-nya yang terus kita lakukan. Karena kan tidak cukup hanya dengan memberikan uang. Tapi juga transformasinya," katanya.

Sinyal positif juga terlihat dari kinerja anak usaha Garuda Indonesia, Citilink, yang mencatat hasil positif pada kuartal pertama 2026.

Hal ini menjadi indikasi awal pemulihan grup Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia masih mencatatkan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS sepanjang 2025.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menyebut tambahan modal menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi perusahaan.

Total tambahan modal dari Danantara mencapai Rp23,67 triliun.

Sebesar Rp8,7 triliun dialokasikan untuk modal kerja seperti perawatan pesawat dan peningkatan layanan.

Sementara Rp14,9 triliun digunakan untuk memperkuat operasional Citilink, termasuk pelunasan kewajiban bahan bakar kepada Pertamina periode 2019 hingga 2021.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kinerja dan transformasi bisnis Garuda Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka