
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Rabu untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Surabaya, Rabu.
Kontrol dan Pemantauan WFH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan WFH berarti bekerja dari rumah sehingga penggunaan BBM kendaraan pribadi dapat dikurangi.
“Kalau WFH berarti di rumah, tidak ada penggunaan bensin untuk aktivitas kerja. Ini yang ingin kita dorong,” ungkapnya.
Khofifah mengatakan seluruh kepala dinas telah diinstruksikan untuk memastikan pelaksanaan WFH tetap terkontrol, termasuk penggunaan listrik dan fasilitas kantor, dengan pemantauan dari Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Setiap ASN diwajibkan melakukan presensi digital dan tetap aktif berkomunikasi selama jam kerja agar koordinasi tetap berjalan optimal.
Target Penghematan dan Evaluasi Kebijakan
Pemprov Jatim menargetkan kebijakan WFH mampu menghemat konsumsi BBM hingga 108 ribu liter per bulan di luar sektor pendidikan, yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menambahkan penerapan WFH didasarkan pada strategi mengurangi konsumsi BBM kendaraan pribadi di tengah dinamika konflik global.
“Kita mendasari pada keinginan dan arahan strategis untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak kendaraan pribadi. Maka dari itu diterapkan fleksibel working arrangements atau work from home, bekerja dari rumah yang mulai hari Rabu,” ujarnya.
Evaluasi efektivitas kebijakan akan dilakukan hingga 1 Juni 2026 dengan pengukuran penghematan BBM, listrik, dan energi lainnya, serta tetap menyesuaikan arahan pemerintah pusat.
Pemprov menegaskan WFH bukan hari libur dan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) bertanggung jawab menjaga kinerja dan pengawasan kehadiran pegawai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








