
Pantau - Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar bimbingan teknis (bimtek) budi daya dan pengembangbiakan kambing dan domba bagi 585 peternak dari berbagai kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (4/4/2026) guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas peternakan.
Peningkatan Kapasitas Peternak
Dekan Fakultas Peternakan UGM Budi Guntoro menyatakan kegiatan ini bertujuan mentransfer ilmu dan teknologi yang aplikatif sesuai kebutuhan lokal peternak.
"Melalui bimtek ini, kami berharap bisa menjadi transfer ilmu dan teknologi yang aplikatif yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan peternak di DIY," ungkapnya.
Ia menjelaskan kegiatan berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan pelatihan kelas selama satu bulan sebagai bentuk komitmen UGM dalam pengembangan subsektor peternakan.
Menurutnya, kambing dan domba di DIY tidak hanya berperan sebagai sumber protein hewani tetapi juga menjadi sumber pendapatan masyarakat serta memiliki nilai sosial budaya dan ekonomi.
"Ini menjadi kunci utama dalam peningkatan produktifitas daya saing peternakan kambing dan domba," katanya.
Dorong Peternakan Berkelanjutan
Budi menekankan pentingnya penerapan konsep peternakan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
"Ini konsep dari pembangunan peternakan berkelanjutan, dan bagaimana juga dalam pemeliharaan ini harus menerapkan konsep kesejahteraan ternak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho menyebut kambing dan domba memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bagian dari kuliner khas Yogyakarta.
"Apalagi kita mengenal yang namanya Rojo Koyo (raja kaya), sehingga warga di Yogyakarta menganggap bahwa domba kambing dan sapi merupakan salah satu harta yang bisa mensejahterakan," katanya.
Ia berharap kolaborasi dengan UGM dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkuat sektor peternakan di daerah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








