Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gugurnya Mayor Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Kopassus Kenang Sosok Perwira Teladan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gugurnya Mayor Zulmi Aditya Iskandar di Lebanon, Kopassus Kenang Sosok Perwira Teladan
Foto: (Sumber: Letkol infanteri Heri Ismoyo selaku Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus saat diwawancarai oleh awak media di rumah duka, Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu (4/4/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.)

Pantau - Komando Pasukan Khusus menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dalam misi perdamaian di Lebanon.

Almarhum dikenal sebagai sosok perwira teladan di lingkungan satuan.

Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus Letkol Infanteri Heri Ismoyo mengaku bangga pernah bertugas bersama almarhum.

"Saya sangat bangga pernah bertugas bersama beliau. Walaupun beliau junior saya, tetapi saya sangat hormat karena beliau menunjukkan sosok seorang perwira sesungguhnya," ungkapnya.

Ia menilai almarhum memiliki kualitas kepemimpinan yang patut dihormati oleh seluruh prajurit.

Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang memberikan teladan bagi anak buah maupun rekan-rekannya.

Sosoknya dianggap mampu menjadi panutan dalam menjalankan tugas di lingkungan militer.

Salah satu pengalaman berkesan adalah saat bertugas bersama di Papua.

Dalam penugasan tersebut, almarhum menunjukkan ketangguhan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

"Di Papua selama saya bersama almarhum, beliau adalah sosok yang tahan dengan segala macam permasalahan dan mampu memimpin sebagai komandan tim di lapangan," ujarnya.

Ia juga dinilai mampu memimpin sebagai komandan tim dengan baik.

Semangat pengabdian dan keteladanan almarhum akan terus dikenang oleh seluruh prajurit.

Nilai-nilai yang ditunjukkan almarhum diharapkan menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas negara.

Khususnya dalam menjaga kehormatan dan nama baik satuan di setiap penugasan.

Prajurit Kopassus berharap akan lahir perwira-perwira baru dengan dedikasi dan integritas yang sama.

Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat profesionalisme Tentara Nasional Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka