HOME  ⁄  Nasional

Komisi III DPR Soroti Durasi Pendidikan Bintara Polri yang Terlalu Singkat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi III DPR Soroti Durasi Pendidikan Bintara Polri yang Terlalu Singkat
Foto: (Sumber : Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kalemdiklat Polri dan Gubernur Akpol di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (02/04/2026). Foto: Alma/Alma.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tubuh Polri melalui perbaikan sistem pendidikan serta dukungan anggaran yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Adang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri serta Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Adang menilai reformasi Polri tidak hanya menyangkut perubahan struktur dan instrumen, tetapi juga budaya organisasi yang menjadi faktor penting dalam pembenahan institusi kepolisian.

“Kalau kita berbicara tentang reformasi Polri, itu sejarahnya adalah perubahan instrumen, struktur, dan kultur. Instrumen sudah ada undang-undang kepolisian, struktur sudah keluar dari ABRI. Nah, kultur ini ada di beliau-beliau ini,” ujarnya.

Mantan Wakapolri tersebut menyoroti durasi pendidikan Bintara Polri yang saat ini hanya sekitar lima bulan. Menurutnya, waktu tersebut tidak cukup untuk membentuk kemampuan dasar kepolisian secara optimal.

“Kita fair saja di ruangan ini, dengan lima bulan apa yang diharapkan? Terus terang saja, kalau pendidikan Bintara hanya lima bulan sekarang, berat sekali,” kata Adang.

Ia bahkan menyebut pendidikan dengan durasi yang sangat singkat berpotensi membuat kemampuan anggota di lapangan menjadi terbatas.

“Kalau seorang polisi dididik cuma lima bulan, dia cuma bisa hormat, baris, lari, betul nggak?” ujarnya.

Adang menegaskan Bintara merupakan tulang punggung institusi Polri karena jumlahnya paling besar dalam struktur organisasi.

Karena itu, ia menyatakan dukungan terhadap penambahan anggaran bagi Polri, khususnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anggota serta memperpanjang masa pendidikan Bintara.

Selain itu, ia juga mempertanyakan keberlanjutan pendidikan spesialis di lingkungan Polri, seperti pendidikan reserse dan intelijen yang sebelumnya dikenal memiliki kualitas tinggi.

Menurutnya, pendidikan lanjutan yang bersifat spesifik sangat penting untuk meningkatkan kemampuan teknis anggota, terutama dalam proses penyidikan di lapangan.

Menutup pernyataannya, Adang menegaskan tiga hal utama yang perlu diperhatikan, yakni dukungan anggaran pendidikan Polri, evaluasi durasi pendidikan Bintara, serta penguatan program pendidikan spesialis.

Penulis :
Aditya Yohan