HOME  ⁄  Nasional

Efisiensi BBM Diterapkan, KSAU Tegaskan Pengawasan Udara TNI AU Tetap Maksimal

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Efisiensi BBM Diterapkan, KSAU Tegaskan Pengawasan Udara TNI AU Tetap Maksimal
Foto: Ilustrasi - Pesawat tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231, Provinsi Lampung 12/2/2026 (sumber: Dispen TNI AU)

Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Mohamad Tonny Harjono menegaskan bahwa kebijakan pengiritan bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengurangi aktivitas pengawasan udara oleh TNI AU.

Pernyataan tersebut disampaikan Tonny dalam jumpa pers di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi BBM dilakukan sebagai penyesuaian terhadap arahan pemerintah pusat serta mempertimbangkan situasi global saat ini.

"Kami melakukan penyesuaian penggunaan bahan bakar, namun tidak mengurangi tugas utama pengawasan udara," ungkapnya.

Strategi Penggabungan Latihan dan Patroli

TNI AU menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga efektivitas operasional di tengah kebijakan penghematan BBM.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggabungkan latihan manuver pesawat tempur dengan patroli udara dalam satu kegiatan penerbangan.

Metode yang sebelumnya dilakukan secara terpisah kini disatukan dalam satu sortie atau satu kali penerbangan untuk beberapa jenis latihan.

Menurut Tonny, langkah tersebut bertujuan untuk menghemat penggunaan bahan bakar tanpa mengurangi kualitas latihan para penerbang.

"Porsi latihan dan jam terbang tetap kami pertahankan, tidak ada pengurangan," ujarnya.

Operasional Tetap Profesional dan Aman

Selain di udara, penyesuaian juga dilakukan pada kegiatan operasional di darat agar sejalan dengan kebijakan efisiensi BBM.

TNI AU memastikan bahwa seluruh langkah penghematan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan profesionalisme para penerbang.

Upaya ini dilakukan agar penggunaan bahan bakar menjadi lebih efektif, namun tetap mampu menghasilkan operasi udara yang maksimal.

Status kebijakan efisiensi ini akan terus dievaluasi sesuai dengan kebutuhan operasional dan perkembangan situasi global.

Penulis :
Shila Glorya