HOME  ⁄  Nasional

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Mulai Bergulir, Kemnaker Targetkan Serap Tenaga Kerja dan Tekan Pengangguran

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Mulai Bergulir, Kemnaker Targetkan Serap Tenaga Kerja dan Tekan Pengangguran
Foto: Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah (sumber: Kemnaker)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja di Indonesia.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan bahwa "Program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia,".

Ia menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Ribuan Peserta Lolos Tahap Pertama

Kemnaker mencatat sebanyak 10.405 peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat telah dinyatakan lolos pada tahap pertama Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 5.833 peserta melalui jalur seleksi dan 4.572 peserta melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat.

Para peserta mengikuti pelatihan yang tersebar di 21 balai latihan kerja, 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.

Sistem Terpusat dan Fasilitas Lengkap

Untuk menjamin proses yang transparan, inklusif, dan non-diskriminatif, pendaftaran dan seleksi peserta dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub Kemnaker.

"Sehingga, prosesnya lebih transparan dan mudah dipantau," ujar Darmawansyah.

Program ini mengusung pendekatan terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan industri agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas penunjang berupa pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, serta perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Peserta yang menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat pelatihan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Untuk pelatihan tertentu, Kemnaker juga menyediakan fasilitas asrama bagi peserta.

Penulis :
Leon Weldrick