HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai Tinjau Pemanfaatan Fasilitas Kepabeanan di KEK Gresik JIIPE

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bea Cukai Tinjau Pemanfaatan Fasilitas Kepabeanan di KEK Gresik JIIPE
Foto: Bea Cukai gelar monitoring dan evaluasi (Monev) pemanfaatan fasilitas kepabeanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pada Selasa (02/06)

Gresik, 05-06-2026 - Bea Cukai gelar monitoring dan evaluasi (Monev) pemanfaatan fasilitas kepabeanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pada Selasa (02/06). Monev ini bertujuan untuk memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan mampu dimanfaatkan sesuai ketentuan sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan industri nasional.

Dipimpin oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Susila Brata, didampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, serta Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat PMK Nomor 237/PMK.010/2020 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 33/PMK.010/2021, terkait evaluasi berkala terhadap pemanfaatan fasilitas di kawasan ekonomi khusus.

Dalam pelaksanaannya, tim Bea Cukai melakukan kunjungan lapangan ke PT Freeport Indonesia dan PT Hailiang Nova Material Indonesia. Kunjungan tersebut mencakup pemaparan proses bisnis perusahaan, diskusi dengan manajemen, serta peninjauan langsung terhadap kegiatan operasional dan implementasi fasilitas kepabeanan di area produksi.

Selain itu, tim juga meninjau kawasan KEK Gresik secara menyeluruh, termasuk sistem autogate yang mendukung pengawasan dan pelayanan kepabeanan berbasis teknologi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pelayanan dan pengawasan berjalan efektif serta mendukung kelancaran arus barang di kawasan.

“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan fasilitas kepabeanan dimanfaatkan sesuai ketentuan sekaligus mendengar langsung aspirasi pelaku usaha. Masukan yang kami terima akan menjadi bahan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan regulasi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan industri,” ujar Rusman.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat guna menciptakan kepastian layanan, transparansi, dan iklim investasi yang kondusif. Ia berharap KEK Gresik dapat terus berkembang sebagai kawasan industri strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Penulis :
Shila Glorya