HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Tegaskan Hari Parkinson Sedunia Jadi Momentum Perkuat Akses Perawatan dan Riset

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenkes Tegaskan Hari Parkinson Sedunia Jadi Momentum Perkuat Akses Perawatan dan Riset
Foto: (Sumber : Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi (kiri) dan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sukamto Koesnoe (kanan) dalam temu media di Jakarta, Rabu (9/7/2025). ANTARA/Mecca Yumna/am..)

Pantau - Kementerian Kesehatan menegaskan Hari Parkinson Sedunia yang diperingati setiap 11 April menjadi momentum untuk memperkuat akses perawatan, solidaritas global, dan pengembangan penelitian inovatif terkait penyakit parkinson.

Kasus Parkinson Terus Meningkat

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi menyebut jumlah penderita parkinson terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi.

"Saat ini, lebih dari sepuluh juta orang di seluruh dunia hidup dengan parkinson, sebuah angka yang terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi. Di Indonesia, jumlah penderita diperkirakan telah melampaui 1,1 juta orang pada tahun 2026, dengan sekitar 80 ribu kasus baru setiap tahunnya," ujarnya.

Ia menjelaskan penyakit yang pertama kali dikenalkan oleh Dr. James Parkinson pada 1817 tersebut menjadi tantangan global karena sifatnya yang progresif dan berdampak luas terhadap kualitas hidup.

Gejala parkinson meliputi tremor, perlambatan gerak, kekakuan otot, hingga gangguan keseimbangan yang dapat disertai depresi, gangguan tidur, dan penurunan fungsi kognitif.

Penguatan Perawatan dan Peran Keluarga

Imran mengatakan penanganan parkinson saat ini masih berfokus pada pengelolaan gejala melalui obat seperti levodopa serta terapi fisik dan wicara.

"Paparan sinar matahari untuk menjaga kadar vitamin D juga diyakini berperan dalam mendukung kesehatan otak," katanya.

Selain terapi medis, berbagai terapi komplementer seperti yoga, meditasi, hingga akupunktur juga digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Ia menekankan peran keluarga sangat penting dalam mendukung pasien, mulai dari aspek emosional hingga memastikan kepatuhan terapi.

Pemerintah bersama organisasi profesi telah menyusun panduan tatalaksana serta memperluas akses layanan, namun kampanye kesadaran, dukungan finansial, dan investasi riset masih perlu ditingkatkan.

"Seperti yang pernah dikatakan Michael J. Fox, seorang aktor yang telah hidup dengan parkinson selama puluhan tahun: 'Parkinson’s doesn’t define me, it gives me a platform to help others'," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf