
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penurunan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) menjadi indikator utama dalam menilai kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan risiko bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati dalam seminar Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dan 20 Tahun Gempa Yogyakarta yang diikuti dari Jakarta, Kamis (16/04).
"Risiko bencana dapat dikurangi dengan peningkatan kapasitas. Indeks Risiko Bencana yang kami keluarkan setiap tahun merupakan rapor kinerja bagi pemerintah daerah. Jika indeksnya menurun, artinya kinerja daerah tersebut semakin baik dalam pengelolaan risiko," ujarnya.
IRBI Nasional Turun dalam Satu Dekade
BNPB mencatat dalam 10 tahun terakhir, indeks risiko bencana nasional mengalami penurunan sebesar 2,8 persen sebagai hasil dari upaya penguatan kapasitas daerah.
Dalam capaian tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu wilayah dengan indeks risiko yang relatif lebih baik dibandingkan provinsi lainnya.
BNPB juga telah menyediakan peta ancaman (hazard map) skala 1:50.000 untuk seluruh wilayah Indonesia guna mendukung mitigasi berbasis data.
"Masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengakses platform InaRISK untuk melihat peta risiko hingga skala detil. Khusus untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, kami sudah memetakan kawasan cagar budaya atau cultural heritage secara 3D sebagai upaya perlindungan warisan sejarah dari ancaman bencana," jelasnya.
Tekankan Pendekatan Berbasis Masyarakat
Raditya menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat atau people centered approach dalam upaya penanggulangan bencana nasional.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi subjek utama dalam setiap kebijakan, investasi, dan inovasi teknologi terkait kebencanaan.
"Momentum untuk membangun resiliensi bangsa yang berbasis masyarakat saat ini, semua pilar pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga tata kelola anggaran, harus menukik pada kepentingan dan keselamatan masyarakat," tegasnya.
BNPB juga mendorong integrasi data lintas kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efektivitas respons darurat, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
- Penulis :
- Aditya Yohan








